SEDERET keunikan wagasa payung kertas yang digunakan sebagai pengusir roh jahat dari Jepang menarik untuk diulas. Jika Anda pencinta budaya Jepang, pasti sudah kenal istilah wagasa yang merupakan payung kertas.
Payung bambu dan kertas ini mungkin pernah Anda lihat melindungi bangsawan paruh baya dan pengiringnya dalam drama periode Jepang atau digenggam oleh geisha.
Berikut 8 Keunikan wagasa payung kertas yang digunakan sebagai pengusir roh jahat dari Jepang dikutip dari berbagai sumber:
1. Dipakai kaum bangsawan
Wagasa pertama yang diperkenalkan dengan bentukan payung tinggi seperti kanopi yang dibuat dengan bambu dan kertas washi. Kertas washi ini melambangkan kekuatan dan keunggulan melalui ukuran bagus. Payung ini hanya dipakai oleh kaum bangsawan.

2. Meningkatkan ekonomi Jepang
Pembuatan Wagasa telah berubah menjadi perdagangan yang ramai yang dilakukan oleh pengrajin dan samurai di seluruh Jepang.
Hal ini dikarenakan proses pembuatannya semakin disukai oleh masyarakat jepang. Adapun, yang membuat payung untuk secara kolektif meningkatkan keuangan provinsi lokal mereka.
3. Memiliki 3 fungsi yang berbeda
Secara umum, ada tiga jenis wagasa yakni pertama ban-gasa, janome-gasa, hi-gasa. Masing-masing terlihat cukup mirip desainnya, namun mereka membawa fungsi yang berbeda.
Ban-gasa adalah untuk penggunaan "sehari-hari". Janome-gasa, yang disukai oleh geisha Kyoto, ringan, mungil, dan mudah dibawa. Hi-gasa hanya digunakan untuk perlindungan terhadap matahari – atau hi – dan karenanya tidak tahan air.