Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wanita Ini Menangis usai Dituduh sebagai Pemeran Wanita Kebaya Merah yang Viral

Vivin Lizetha , Jurnalis-Rabu, 09 November 2022 |18:45 WIB
Wanita Ini Menangis usai Dituduh sebagai Pemeran Wanita Kebaya Merah yang Viral
Wanita ini menangis usai dituduh sebagai pemeran wanita kebaya merah yang viral. (foto: Tangkap layar)
A
A
A

WANITA ini menangis usai dituduh sebagai pemeran wanita kebaya merah yang viral. Sosok perempuan berkebaya merah saat ini tengah menjadi perbincangan publik. Dugaan dan spekulasi terus bermunculan tentang siapa pemeran wanita di video mesum tersebut.

Menariknya, meski sudah tertangkap oleh pihak kepolisian, masih banyak netizen yang menduga-duga siapa wanita di balik topeng berkebaya merah itu. Perempuan yang menjadi salah satu korban bulan-bulanan netizen.

Ia dituduh menjadi pemain video mesum itu karena sempat mengenakan kebaya merah beberapa waktu yang lalu. Sambil menangis, ia mengunggah video yang memperlihatkan kondisi saat ini.

WANITA ini menangis usai dituduh sebagai pemeran wanita kebaya merah yang viral.

(Wanita ini menangis usai dituduh sebagai pemeran wanita kebaya merah yang viral, foto: Tiktok)


Si perempuan mengaku down karena dituduh sebagai pembuat video mesum viral itu. "Terimakasih netizen tiktok kalian sudah berhasil membuat saya down menuduh saya dengan video asusila kebaya merah. Padahal sudah jelas beda kebayanya. Kalian itu udah bikin down mental saya gara-gra komentar kalian! Terimakasih loh ya," tulisnya dalam caption video yang diunggah dalam akun Instagram @memomedsos.

Sebelumnya perempuan pemilik akun Tiktok @i_polos sempat mengunggah video saat mengenakan kebaya merah. Video ini kemudian memancing kecurigaan publik bahwa perempuan itulah yang memerankan  sosok perempuan dalam video mesum kebaya merah. Namun ditampik keras oleh akun @i_polos dengan mengunggah video tangisan tersebut.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement