MENDAPATKAN vaksinasi Covid-19 dosis lengkap, primer dua dosis ditambah dengan dosis lanjutan ketiga (booster) adalah salah satu cara paling efektif untuk membentengi diri dari serangan Covid-19.
Apalagi saat ini tengah meyebar mutasi sub-varian terbaru dari Omicron, varian XBB yang mengakibatkan kenaikan kasus harian di banyak negara.
Namun masyarakat yang sudah lengkap mendapatkan vaksin booster, tetap harus mengingat dan tak jemawa, karena virus SARs-COV-2 yang menyebabkan infeksi Covid-19 tetap bisa menyerang orang yang sudah mendapat vaksin booster sekalipun.
Diterangkan dr. Reisa Broto Asmoro, Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, vaksin booster di sini berfungsi untuk mengecilkan risiko keparahan atas kesakitan jika suatu hari nanti positif terinfeksi.
"Harus diingat, tujuannya untuk mencegah terjadinya gejala yang parah. Termasuk untuk menekan angka kematian, ini yang kita antisipasi," ujar dr. Reisa dalam Siaran Sehat di YouTube RRI Net Official, dikutip Selasa (8/11/2022).
Perlindungan yang didapatkan juga sangat penting bagi orang-orang dengan penyakit penyerta (komorbid). Maka dari itu, dr. Reisa meminta masyarakat secepatnya untuk mendapatkan vaksinasi booster.
"Ini juga bermanfaat jadi gejala yang dirasakan di tubuh lebih ringan, maka risiko perburukan lebih kecil. Sehingga sebaiknya kita antisipasi sebaik mungkin dan salah satu bentuk ikhtiar kita," tambahnya.
Sebagai informasi, sejauh ini Kementerian Kesehatan melaporkan sudah mendistribusikan vaksin2,5 juta vaksin Pfizer dan 5 juta vaksin Covax agar masyarakat bisa divaksin lengkap. Sehingga cakupan vaksinasi secara nasional juga semakin bertambah.
"Kita sudah mendistribusikan kembali 2,5 juta Pfizer dan 5 juta Covax. Kita juga akan membeli vaksin dalam negeri sebanyak 5 juta juga,” terang Sekretaris Jenderal Kemenkes, Kunta Wibawa Dasa Nugraha dalam Konferensi Pers HKN, Selasa (8/11/2022).
BACA JUGA:Kebiasaan Ngorok saat Tidur, Ini 5 Cara Atasinya!
BACA JUGA:Alami Kecanduan Seks? Coba Atasi dengan Cara Ini!
(Rizky Pradita Ananda)