Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Catat! 3 Penyebab Gangguan Ginjal Akut Selain Cemaran EG dan DEG

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Selasa, 08 November 2022 |14:00 WIB
Catat! 3 Penyebab Gangguan Ginjal Akut Selain Cemaran EG dan DEG
penyebab gangguan ginjal akut, (Foto: Freepik)
A
A
A

SETELAH proses penelitian yang panjang, Kementerian Kesehatan mengumumkan bahwa faktor terbesar penyebab gangguan ginjal akut adalah keracunan zat etilen glikol dan dietilen glikol yang ada di dalam obat sirup.

Hal ini diumumkan oleh Juru Bicara Kemenkes RI, dr. Mohammad Syahril secara langsung.

"Dari hasil penelitian, termasuk pengujian darah dan urine pasien, didapat suatu zat yang menjadikan sebab terjadinya keracunan atau intoksikasi pada ginjal anak tersebut," papar dr.Syahril dalam konferensi pers Kemenkes secara daring baru-baru ini.

Diketahui penelitian yang dipimpin Kemenkes tersebut digelar dengan melakukan pengujian pada beberapa faktor penyebab gangguan ginjal akut termasuk dehidrasi, perdarahan, infeksi virus, bakteri, atau parasite.

"Hasilnya mengerucut ke keracunan zat etilen glikol dan dietilen glikol yang terkandung di dalam obat sirup yang tercemar zat berbahaya. Kami sampaikan sekali lagi, itu adalah faktor penyebab terbesar," tambah Syahril.

Namun, secara medis gagal ginjal akut tidak hanya bisa terjadi karena dipicu keracunan zat berbahaya. Bisa juga karena beberapa faktor lainnya, berikut ulasannya sebagaimana dihimpun dari media workshop yang diselenggarakan Prodia, Selasa (8/11/2022).

1. Aliran darah berkurang: Beberapa penyakit dan kondisi dapat memperlambat aliran darah ke ginjal dan menyebabkan AKI atau acute kidney injury. Mulai dari tekanan darah rendah (hipotensi) atau syok, kehilangan darah atau cairan (seperti perdarahan, diare berat), serangan jantung, gagal jantung, dan kondisi lain yang menyebabkan penurunan fungsi jantung, kegagalan organ (misalnya jantung, hati), terlalu sering menggunakan obat pereda nyeri yang disebut 'NSAID" yang digunakan untuk mengurangi pembengkakan atau menghilangkan rasa sakit akibat sakit kepala, pilek, flu, dan penyakit lainnya (Contoh termasuk ibuprofen, ketoprofen, dan naproxen).

Selain itu bisa juga dipicu karena terjadinya reaksi alergi parah, luka bakar, cedera, dan operasi besar.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement