BERBAGAI kelainan pada skrotum dan testis dapat dibaca dalam artikel ini. Masalah kesehatan yang berhubungan dengan area penis sangat penting untuk diketahui oleh pria. Hal ini karena jika terjadi gangguan pada area penis seperti testis ataupun skrotum, dapat mempengaruhi fungsi seksual dan kesuburan pria.
Testis termasuk bagian dari sistem reproduksi pria. ia menggantung bebas di belakang penis. Fungsi dari testis membuat hormon pria yaitu testosteron dan menghasilkan sperma.

Untuk itu, penting bagi pria memperhatikan kesehatan area tersebut. Ada beberapa gangguan atau kelainan yang terjadi pada skrotum dan testis pria.
Dikutip dari webmd, Jumat (5/11/2022), berikut ulasannya untuk Anda.
1. Kanker Testis
Terjadi ketika sel-sel di testis mengalami mutasi yang menyebabkan mereka "berperilaku tak baik." Pada kanker testis, biasanya terdapat benjolan atau kekencangan tanpa rasa sakit yang tumbuh lambat di satu testis. Dalam kebanyakan kasus, para pria sendiri menemukannya pada tahap awal. Jika seorang pria mendapat perhatian medis sejak dini, kanker testis hampir selalu dapat disembuhkan.
2. Testicular torsion
Torsion itu artinya memutar. Jadi pada kondisi ini terdapat puntiran pada bagian testis. Sepertinya halnya sebuah selang, jika kepuntir, maka akan menghambat laju air. Begitu juga dengan testis, jika terjadi "puntiran" maka menghalangi laju pembuluh darah di testis tersebut. Testis akan merasakan nyeri yang hebat jika mengalami kondisi ini.
3. Epididimitis
Epididimis adalah tabung panjang melingkar yang berada di samping testis. Tugasnya adalah menyimpan sperma saat mereka matang. Epididimitis terjadi saat epididimis mengalami peradangan. Penyebabnya bisa jadi penyakit infeksi menular seksual, kecelakaan, vasektomi, ataupun mengejan.
4. Varikokel
Ini terjadi pada saat pelebaran pembuluh darah cena di atas testis. Ini cenderung tak berhaya. Namun tak jarang varikokel ini dapat mengganggu kesuburan dan menimbulkan nyeri ringan.

5. Hidrokel
Mengacu pada kumpulan carian di sekitar testis yang biasanya jinak. Ini bisa terjadi karena cedera atau muncul dengan sendirinya.
6. Orkitis
Penyakit ini timbul biasanya karena penyakit menular seksual seperti gonore dan klamidia. Bentuknya seperti peradangan salah satu atau kedua buah zakar.
7. Hipogonadisme
Kondisi ini terjadi saat testis yang mampu menghasilkan hormon testosteron yang dibutuhkan oleh pria. Penyebabnya karena organ itu sendiri atau karena usia, penyakit, cedera, konsumsi obat, atau kelainan kromosom. Hipogonadisme seringkali menyebabkan disfungsi ereksi, penurunan gairah seks, dan infertilitas. Ini juga yang menjadi penyebab berkurangnya pertumbuhan janggut, munculnya jaringan payudara pada pria, dan gejala seperti menopause pria.
(Vivin Lizetha)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.