SEJARAH berdirinya Aceh berkaitan dengan perjalanan para sufi hingga wali, di mana mereka singgah di Kota Serambi Mekkah ini dengan tujuan dakwah, serta menyebarkan Islam.
Salah satu tokoh paling dikenal adalah Habib Abu Bakar Bilfaqih 'Teungku Di Anjong', bahkan kini makamnya dikeramatkan.
Mengutip dari berbagai sumber, Habib Abu Bakar Bilfaqih merupakan salah satu ulama penyebar Islam yang sangat disegani. Keluasan ilmunya tentang agama Islam, menjadikan Aceh semakin religius.
Sebelum datang ke Aceh, ia rajin mengamalkan Kitab Bidayatul Hidayah karya Hujjatul Islam, Imam Al-Ghazali dengan dua sahabatnya. Habib Abu Bakar bahkan telah mengkhatamkan kitab tersebut berulang kali secara istiqamah tanpa putus.
Selain itu dalam riwayatnya disebutkan bahwa Habib Abu Bakar Bilfaqih pernah didatangi Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam secara sadar (yaqdhah) dan bukan melalui mimpi. Pertemuan itu kian membuat namanya semakin harum dan diakui sebagai waliyullah yang memang diutus berdakwah ke bumi Serambi Makkah.
(Masjid Teungku Di Anjong/Foto: Salman Mardira/Okezone)
Lebih lanjut, sebuah catatan menyebutkan, bahwa Habib Abu Bakar Bilfaqih hijrah ke Aceh pada 1642 M (riwayat lain menyebut 1742).
Ia diutus langsung dari Yaman ke Asia Tenggara untuk menyebarkan Islam. Kemudian pada saat bersamaan, terdapat dua ulama seangkatannya juga ditugaskan untuk mengembara ke India dan Mesir.
Habib Abu Bakar menjalankan misi dakwah dari Aceh. Dirinya bermukim di Peulanggahan, kawasan dulu masuk dalam Kompleks Kandang Aceh atau perkampungan Kesultanan Aceh. Peulanggahan berasal dari kata persinggahan.
Kampung ini terletak di lembah Sungai Aceh, tempat yang sering disinggahi para pengembara yang melintasi Selat Malaka dulu.
Sesampainya di Aceh, beliau membangun Masjid Teungku di Anjong atau tepatnya di Lembah Krueng (Sungai) Aceh, Gampong Peulanggahan, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh.
Masjid tersebut merupakan salah satu masjid tertua di Banda Aceh. Sebuah riwayat menyebutkan, masjid itu dibangun pada tahun 1769 oleh Habib Abu Bakar Bilfaqih.