MENDATANGKAN obat Fomepizole dari berbagai negara, mulai dari Singapura, Australia, Jepang hingga Amerika Serikat jadi salah satu upaya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk mengatasi masalah kasus gangguan ginjal akut.
Terkait impor Fomepizole sebagai obat penawar pasien gangguan ginjal tersebut, muncul rumor miring bahwa ini salah satu indikasi adanya permainan bisnis obat di tengah kekhawatiran merebaknya kasus gangguan ginjal akut di Tanah Air.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin dengan gamblang menjawab bahwa impor antidotum yakni obat Fomepizole tersebut bukanlah bisnis. Namun semata-mata sebagai langkah cepat menyelamatkan nyawa ratusan anak yang terserang ganguan ginjal akut.
“Ini bukan untuk bisnis obat, tapi ini benar-benar untuk kita ambil menyelamatkan nyawa anak-anak yang kita harus urus dengan cepat,” tegas Menkes Budi, dalam gelaran Raker Komisi IX dengan Menteri Kesehatan RI dan RDP dengan BPOM, dikutip dari kanal Youtube DPR RI, Rabu (2/11/2022),
(Foto: tangkapan layar Youtube DPR RI)