SEBAGAI pramugari harus bisa menjalin komunikasi yang baik dengan penumpang. Komunikasi sangat penting dalam dunia penerbangan. Melalui komunikasi efektif, penumpang merasa puas dengan layanan yang diberikan.
Penumpang pesawat datang dari berbagai latar belakang. Pramugari akan menemukan banyak perbedaan dari sikap, etika dan bahasa pada penumpang.
Apalagi, jika pramugari dalam penerbangan internasional. Tentunya pramugari dituntut untuk dapat berbahasa asing. Melalui, bahasa maka akan tercipta komunikasi yang baik.
Lantas, bahasa apa saja yang wajib dikuasai oleh pramugari? Berikut Okezone rangkumkan di antaranya;
Bahasa Mandarin
Bahasa mandarin merupakan salah satu bahasa yang banyak dituturkan di dunia. Pengguna bahasa mandarin di dunia sekitar 1,2 miliar orang. Ada berbagai dialek penggunaan bahasa ini.

Menjadi nilai tambah, jika seorang pramugari menguasai bahasa negeri Tiongkok ini. Jika memiliki kemampuan berbahasa mandarin, tak ada salahnya mendaftar ke penerbangan China.
Bahasa Spanyol
Selain bahasa mandarin, bahasa spanyol juga banyak digunakan di dunia. Meski tergolong sulit, nyatanya cukup banyak orang di dunia yang menggunakan bahasa ini.
Dengan menguasai bahasa spanyol, pramugari dapat menguasai bahasa Italia dan Portugis. Sebab, ketiga bahasa tersebut mempunyai banyak kemiripan.
Bahasa Perancis
Bahasa perancis menjadi bahasa yang digunakan dalam organisasi dunia. Peluang menjadi pramugari terbuka lebar bila menguasai bahasa perancis.
Bahasa Inggris
Sebagai bahasa Internasional, pramugari harus bisa berbahasa Inggris. Bahasa Inggris tidak hanya digunakan pada penerbangan internasional saja. Penerbangan dalam negeri juga kerap kedatangan penumpang berbahasa asing.
Pandai berbahasa Inggris menjadi syarat utama menjadi pramugari. Setidaknya, pramugari menguasai bahasa Inggris dalam dunia penerbangan.
Bahasa Arab
Pramugari penerbangan rute internasional setidaknya dapat menggunakan bahasa Arab. Apalagi, lebih dari 25 negara di dunia menggunakan bahasa Arab. Maskapai Garuda Indonesia bahkan menjalin hubungan kerja dengan maskapai dari Arab.
(Rizka Diputra)