STROKE jadi salah satu momok paling menakutkan bagi masyarakat Indonesia. Namun faktanya, stroke tercatat menjadi penyebab kematian tertinggi pertama di Indonesia pada tahun 2014 dan bahkan tertinggi kedua di dunia pada tahun 2015.
Dalam kasusnya, seseorang terkena stroke sebagaimana dijelaskan dr. Ricky Gusanto Kurniawan, Sp.S, FINS Neuro Intervention Expert adalah hasil dari kombinasi berbagai faktor pemicunya. Stroke tidak bisa hadir, hanya karena satu penyebab.
“Prinsipnya bahwa, tidak ada gangguan karena single faktor, tapi multifaktor penyebab stroke dan selalu multi faktor,” kara dr. Ricky kala ditemui MNC Portal di RS Pusat Otak Nasional baru-baru ini.
Sebagai dokter spesialis saraf, selama ini ia mendapati ada tiga faktor paling banyak ditemukan dari pasien-pasien yang ia temui.
“Hipertensi, diabetes, penyakit jantung, dan berkembang lagi gaya hidup yang tidak sehat yaitu jadi perokok,” lanjutnya.
Dalam prosesnya, stroke terjadi secara bertahap atau dengan kata lain bukan jenis penyakit yang perburukan kondisinya terjadi secara mendadak (akut), tahap ini berkesinambungan dengan pola hidup dan penyakit yang diderita.
"Itu semua (faktor risiko) akan berkolaborasi jadi menyebabkan stroke dan itu secara bertaha. Tidak langsung kalau saya kena hipertensi langsung kena stroke," pungkas dr. Ricky.
Sebagai langkah pencegahan serangan stroke, setiap orang sejatinya harus mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menjaga kadar gula dalam darah, rutin melakukan aktivitas fisik dan membiasakan diri untuk rutin cek kesehatan setidaknya 6 bulan sekali.
BACA JUGA:Infeksi Covid-19 Bisa Jadi Pemicu Serangan Stroke?
BACA JUGA:Kenali Golden Hour pada Stroke, Cara Agar Penderita Tertangani Segera!
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.