PEMBAHASAN mengenai etilen glikol tengah marak di kalangan masyarakat. Pasalnya, zat tersebut digadang-gadang menjadi penyebab terjadi gangguan ginjal akut pada anak.
Zat ini sangat beracun dan jika dikonsumi dalam jumlah banyak akan menyebabkan gagal ginjal hingga berujung pada kematian.

Etilen glikol adalah sejenis alkohol dan merupakan anggota paling sederhana dari senyawa organik gugus hidroksil. Dikutip dari britannica, etilen glikol ini berbentuk cairan bening, manis, dan sedikit kental.
Ia akan mendidih pada suhu 198 derajat Celcius. Zat ini paling umum digunakan sebagai antibeku dalam otomotif, khususnya radiator. Ia dapat membuat mesin agar tidak terlalu cepat panas. Atau menghindari mesin membeku pada musim dingin.
Tak hanya pada mesin mobil, etilen glikol juga digunakan pada mesin kapal, pesawat terbang, hingga landasan pacu bandara.
Pada dasarnya etilen glikol sangat beracun baik itu bagi hewan ataupun manusia. Jika mengonsumsi zat ini jalan jumlah besar, dapat menyebabkan sakit dan berujung pada kematian.
Namun Badan Pengawas Obat dan Makanan dunia mengizinkan etilen glikol sebagai bagian dari zat adiktif makanan tidak langsung. Ini yang membuat etilen glikol bisa menjadi bahan komponen perekat yang digunakan dalam kemasan makanan.

Selain itu, dikutip dari chemicalsafetyfacts, berikut fungsi dari etilen glikol.
1. Resin wadah minuman untuk soda, air dan jus
2. Serat poliester untuk pakaian, pelapis, karpet, dan bantal
3. Pembuatan fiberglass digunakan untuk membuat produk seperti jet ski, bak mandi dan bola bowling
4. Pembuatan tinta untuk pulpen dan tinta lainnya.
5. Cairan transfer panas seperti pendingin industri untuk kompresor gas, pemanas, ventilasi, dan sistem pendingin udara dan arena seluncur es.
Meski BPOM dunia mengizinkan etilen glikol sebagai zat adiktif tidak langsung pada makanan, ada kadar mematikan dari zat etrsebut. Dikutip dari ncbi.mlm.nih.gov, dosis etilen glikol yang berpotensi mematikan adalah sekitar 1-2 mL/kg larutan pekat 95%, atau sekitar 1.500 mg/kg.
Asam oksalat dalam etilen glikol dapat menyebabkan cedera organ khususnya ginjal. Gejala pertama menelan etilen glikol mirip dengan perasaan yang disebabkan oleh minum alkohol (etanol). Dalam beberapa jam, lebih banyak efek toksik. Gejala mungkin termasuk mual, muntah, kejang, pingsan (penurunan tingkat kewaspadaan), atau bahkan koma.
Keracunan etilen glikol harus dicurigai pada siapa saja yang sakit parah setelah minum zat yang tidak diketahui. Terutama jika mereka pada awalnya tampak mabuk dan Anda tidak dapat mencium bau alkohol pada napas mereka.
Overdosis etilen glikol dapat merusak otak, paru-paru, hati, dan ginjal. Keracunan menyebabkan gangguan pada kimia tubuh, termasuk asidosis metabolik (peningkatan asam dalam aliran darah dan jaringan). Gangguan mungkin cukup parah untuk menyebabkan syok berat, kegagalan organ, dan kematian.
(Vivin Lizetha)