Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Belajar dari Kasus Kematian akibat Obat Batuk Sirup, Ini Imbauan Kemenkes

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Rabu, 19 Oktober 2022 |11:52 WIB
Belajar dari Kasus Kematian akibat Obat Batuk Sirup, Ini Imbauan Kemenkes
Ilustrasi (Foto: Freepik)
A
A
A

PER Selasa 18 Oktober 2022, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melaporkan angka kasus gangguan ginjal akut sudah menyentuh 192 anak dengan tambahan Provinsi, yang kini sudah di 20 Provinsi.

Di tengah pertambahan laporan kasus, penyebab dari gangguan ginjal akut ini sendiri sampai detik ini masih belum diketahui. Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian soal penyebab gangguan ginjal akut.

Sempat mencuat beberapa faktor jadi penyebab, salah satunya penggunaan obat paracetamol sirup.

"Kami juga sempat mencurigai bahwa gangguan ginjal akut ini, disebabkan oleh obat paracetamol sirup atau obat batuk sirup, seperti yang terjadi di Gambia, Afrika," terang dr. Piprim dalam webinar daring, Selasa 18 Oktober lalu.

Terkait dugaan paracetamol sirup, memang sampai saat ini belum bisa disebut sebagai penyebab utama dan masih terus ditelusuri. Diungkap Ketua IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), bahwa ada kakak-adik di Yogyakarta, dengan kondisi sang kakak yang tetap sehat walau minum obat tersebut.

Sementara sang adik yang tak mengonsumsi obat apa pun, justru mengalami gangguan ginjal akut hingga meninggal dunia.

"Jadi, kami bisa katakan bahwa hingga sekarang belum ada penyebab pasti gangguan ginjal akut. Kami masih telusuri penyebabnya," terang dr. Piprim dalam siaran virtual.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement