Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menguak Misteri Leluhur Orang Madagaskar Berasal dari Suku Banjar

Prisca Arianto , Jurnalis-Selasa, 18 Oktober 2022 |01:15 WIB
Menguak Misteri Leluhur Orang Madagaskar Berasal dari Suku Banjar
Warga Madagaskar (Foto: crs.org/Sadera Ramanitra)
A
A
A

MENGUAK misteri leluhur orang Madagaskar yang ternyata berasal dari suku Banjar, Indonesia. Banjar merupakan suku terbesar kedua yang menempati Pulau Kalimantan setelah Dayak.

Urang Banjar atau orang Banjar banyak tinggal di Kalimantan Selatan, sebagian Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Sejak dulu, orang Banjar memang bermigrasi ke luar daerahnya hingga tersebar sampai Madagaskar.

Hasil penelitian menyebutkan bahwa nenek moyang orang Madagaskar berasal dari suku Banjar yang hijrah lebih dari 1.000 tahun lalu.

Dikisahkan bahwa ada 30 perempuan pertama mendarat di Pulau Madagaskar pada abad ke-9 Masehi, setelah kapal mereka tumpangi tenggelam di laut. 28 dari perempuan itu ternyata dari Indonesia, sisanya Afrika. Mereka kemudian beranak-pinak hingga jadi banyak.

 BACA JUGA:Mengenal Pelarungan Padaw Tuju Dulung, Ritual Syukur ala Warga Tarakan

Pada milenium kedua, sebelum orang Eropa datang ke Afrika Timur, kaum Banjar dari Borneo Tenggara berlayar 7.000 kilometer menyeberangi Samudera Hindia dan mengkolonisasi Kepulauan Komoro dan Madagaskar.

Fakta geografi manusia

Para ilmuwan telah lama berdebat mengenai asal-usul orang Madagaskar. Usaha sebelumnya untuk menentukan lokasi asal orang Madagaskar di Asia menunjuk pada Kalimantan secara umum sebagai potensial sumber.

Bahkan sejarawan terkemuka, Jared Diamond menyebutkan "fakta tunggal paling memukau dari geografi manusia.''

 

Namun, belum ada populasi sumber yang secara tegas teridentifikasi. Bahkan, Riset kolaboratif internasional yang terdiri dari para ilmuwan tim Profesor Herawati Sudoyo di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Riset mengidentifikasi orang Banjar sebagai populasi sumber dari migrasi yang menakjubkan ini.

Menganalisis 3.000 genom orang dari 190 populasi dari sekitar wilayah Samudera Hindia, termasuk 30 populasi dari Indonesia, Madagaskar, dan Komoro. Penelitian ini merupakan yang pertama menggabungkan data dan hipotesis dari riset linguistik, arkeologis, dan genetik tentang masyarakat Kamoro dan Madagaskar.

 BACA JUGA:Ratusan Warga Natuna Gelar Ritual Mandi Safar di Tepi Laut, Apa Maknanya?

Bahasa, budaya, dan genetika

Meski dekat dengan Afrika, ahli linguistik telah lama menemukan bahwa, kosakata bahasa Malagasy secara menakjubkan sebagian besar berasal dari sebuah bahasa yang dulu dituturkan sepanjang lembah Sungai Barito di Kalimantan Tenggara.

Disisi lain, ahli arkeologi juga menemukan bukti kultural, seperti teknik pembuatan besi, perahu layar, dan instrumen musik, seperti xilofon, dan budidaya seperti umbi-umbian (makanan tropis). Semua ini mendukung adanya hubungan yang kuat dengan Asia.

Tidak hanya itu, studi genetika juga secara umum mengkonfirmasi asal usul populasi Madagaskar dan Komoro yaitu berasal dari Afrika dan Asia.

Penelitian ilmuwan

Menggunakan pendekatan statistik yang mutakhir, peneliti menemukan bahwa kaum Banjar dan Afrika Timur (komunitas swahili) bercampur pertama kali di Kepulauan Komoro sekitar abad ke-9 dan dilanjutkan di Madagaskar sekitar abad ke-11.

Lanjutnya, peneliti menentukan tanggal arus genetika (perpindahan) selama 2000 tahun ke belakang di antara 190 populasi di sekitar Samudra Hindia. Fase pertama dimulai dengan berkembangnya rute Jalur Sutra (abad ke-1 hingga 5) yang membawa barang dagangan dan ide-ide antara Cina, Eurasia, dan Asia Selatan.

Fase keempat dimulai dengan kedatangan orang Eropa pada abad ke-16, yang secara drastis mengubah jaringan perniagaan dunia hingga saat ini. Percampuran antara orang Banjar dan orang Afrika Timur di Komoro terjadi ketika puncak fase kedua.

 Ilustrasi

Melalui riset ini, peneliti menciptakan skenario yang menunjukkan bahwa arus barang dan ide terkait dengan perpindahan orang-orang yang membawanya. Jaringan niaga Samudra Hindia adalah contoh awal globalisasi, dan menunjukkan hubungan antara kegiatan dagang yang dilakukan manusia dan mobilitas yang terlihat jelas dalam dunia saat ini.

Masih teka-teki

Penelitian ini telah menyelesaikan perdebatan dibalik asal-usul orang Madagaskar dan Komoro. Hasil dari penelitian ini adalah, sekarang diketahui bahwa orang Asia datang ke Kepulauan Komoro pertama kali pada abad ke-8 dan dilanjutkan dengan ke Madagaskar pada abad ke-11.

Namun, yang masih menjadi teka-teki sampai sekarang adalah rute maritim yang dilalui dari Kalimantan ke pulau-pulau di Afrika Timur tersebut. Ini menjadi bagian lain dari fakta mengagumkan soal geografi manusia yang belum juga terpecahkan.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement