SAMA halnya dengan kesehatan tubuh alias fisik, kesehatan mental pun sama-sama penting untuk dijaga.
Bukan hanya mempengaruhi tubuh dalam menjalankan fungsinya dari segi emosional, sosial, hingga psikologis. Kesehatan mental juga vital untuk cara berpikir dan perilaku seseorang.
Kesehatan mental yang prima pun, begitu krusial dalam seseorang untuk mengelola stres, cara membuat sebuah pilihan, dan cara dirinya berhubungan dengan orang lain.
Banyak faktor yang mempengaruhi keadaan mental seseorang, diantaranya adalah faktor biologis seperti gen, pengalaman hidup seperti adanya sebuah trauma, dan adanya riwayat keluarga dengan permasalahan kesehatan mental.
Namun, terkadang ada faktor penting yang kerap terlewatkan banyak orang. Spesialis Kedokteran Jiwa dari RS Siloam Bogor, dr. Jiemi Ardian, Sp.KJ mengungkapkan salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan mental, yakni dengan menjaga kualitas tidur.
Disebut dr. Jiemin, kualitas tidur yang buruk nyatanya bisa meningkatkan stress dan depresi, serta membuat produktivitas seseorang akan menurun.
“Cara menjaga kesehatan jiwa? Jawabannya selalu back to basic, makan dengan gizi seimbang, terhubung, berolahraga, dan tidur dengan kualitas yang baik,” kata dr. Jiemi, dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (17/10/2022).
“Maka dari itu, penting untuk menjaga sleep hygiene intinya adalah menjaga kebiasaan tidur yang baik,” sambung dokter yang juga bergabung dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) tersebut.
Dalam memelihata kualitas tidur yang baik, dr. Jiemi menyarankan untuk menghindari alkohol, nikotin, dan konsumsi kafein ketika menjelang sore hari.
Selain itu, disarankan juga mengurangi cahaya di dalam kamar, atur suhu yang optimal untuk tidur, serta membuat rutinitas pra-tidur yang menenangkan, contohnya bisa dengan memanfaatkan sleep aromatherapy aroma khas seperti ‘sweet aromatic floral’, contohnya lavender dan cedarwood yang diyakini bisa menenangkan untuk menjaga kualitas tidur, dikaji bisa menenangkan, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan persentase fase tidur pulas atau slow-wave sleep.
“Ini bukan obat sebenarnya, ini dipakai untuk menjaga kualitas tidur supaya tetap baik dan nyaman,” pungkas dr. Jiemi
BACA JUGA:5 Penyakit Berbahaya saat Musim Hujan, Jangan Lengah Jaga Kesehatan!
BACA JUGA:Ramai Gangguan Ginjal Akut Misterius Pada Anak, Ini 5 Tips Keamanan Obat yang Orang Tua Wajib Tahu
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.