HAMPIR 2 minggu berlalu, pasca tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Namun masih ada korban yang mengeluhkan kondisi mereka setelah terkena gas air mata.
Keluhan tersebut tersebar di akun media sosial. Mereka mengeluhkan kondisi mata mereka yang masih tampak merah pekat padahal sudah 14 hari berlalu.
Seperti foto yang diunggah oleh akun Twitter @Edanbola RCBFM. Tampak beberapa orang pria yang matanya masih sangat merah. Bagian retina yang seharusnya berwarna putih, tampak merah pekat seperti berlumur darah. Matanya juga berair seperti mengalami iritasi mata berat.
"Seminggu berlalu, seperti inilah kondisi saat ini beberapa korban #TragediKanjuruhan : Pendarahan dalam mata, sesak, batuk-batuk, cidera hingga ada korban yang Retina matanya sampai detik ini tak ada warna putihnya," tulis caption akun tersebut.

Selain itu, dikutip dari Antara, seorang perempuan bernama Cahayu Nur Dewata, juga masih mengalami mata merah pasca kericuhan yang terjadi di Kanjuruhan. Ia mengaku saat kejadian berada di tribun 12. Ia berusaha menyelamatkan diri dari gas air mata namun akhirnya terinjak-injak pada saat berusaha keluar dari stadion.
Diketahui, penyebab mata memerah yang dialami Cahayu juga terkena asap gas air mata. Gas air mata sendiri adalah senjata kimia berupa gas yang sering kali digunakan oleh pihak kepolisian untuk melawan kerusuhan dan peperangan. Biasanya, gas air mata disimpan dalam bentuk semprotan atau granat.
Meski bernama gas, rupaya pembuatan gas air mata terbuat dari campuran aerosol, seperti bromoaseton dan metilbenzil bromida, yang bukan berupa gas. Ketika gas air mata digunakan, ada dampak yang ditimbulkan jika terkena paparannya, yaitu dapat menyebabkan iritasi membran mukus pada mata, hidung, mulut, dan paru-paru.
Dikutip dari Healthline, ada beberapa efek yang ditimbulkan gas air mata jika terkena bagian mata. Antara lain:
1. Merobek
2. Penutupan kelopak mata yang tidak disengaja
3. Gatal
4. Pembakaran
5. Kebutaan sementara
6. Pandangan yang kabur
7. Luka bakar kimia
Jika efek itu berkepanjangan atau terpapar dengan jarak dekat dapat menyebabkan kebutaan permanen, pendarahan, kerusakan saraf, katarak hingga erosi kornea.
(Vivin Lizetha)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.