"Jika anak berata badannya 10 kilogram, maka urin semestinya keluar 10 cc per jam. Nah, kalau hitungannya 24 jam, setidaknya si kecil pipis sebanyak 240 cc," contoh dari dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), Ketua Pengurus Pusat IDAI.
"Jika kurang dari itu, maka orang tua perlu waspada. Kalau khawatir anak alami kondisi yang tidak baik, sangat disarankan datang ke rumah sakit," sarannya.
Selain frekuensi dan volume air seni, gejala penyerta yang mungkin dialami anak saat mengalami gangguan ginjal akut adalah demam atau tanpa demam, infeksi saluran pernapasan akut, maupun urin berwarna gelap atau kecoklatan.
"Semakin cepat anak dibawa ke rumah sakit, saat tahu bahwa pipisnya sedikit atau sama sekali enggak pipis, ini bantu meningkatkan kesembuhannya melawan penyakit," pungkas, dr. Eka Laksmi Hidayati, SpA(K), spesialis anak.
BACA JUGA:Update Terbaru: 152 Anak Alami Gangguan Ginjal Akut, Tambah 7 Kasus dalam Sehari!
BACA JUGA:Penyakit Kardiovaskular Telan 600.000 Nyawa per Tahun, Menkes Budi: Gerak, Jangan Hanya Duduk Diam di Rumah
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.