Menurut dr. Ida, untuk mencegah hipertensi dan diabetes, memerlukan kesadaran dalam mengubah kebiasaan makan. Dia mengatakan, masih banyak orang yang tidak mengerti atau salah kaprah soal porsi makan. Seperti contoh porsi snack lebih besar dibanding makan utama, atau porsi makan malam lebih besar dari makan siang.
Kemudian, melewatkan waktu sarapan serta snack pun bisa membaut rang menjadi kalap saat makan siang. Dampaknya, apabila kamu makan berlebihan, maka akan membuat organ tubuh kamu harus bekerja keras untuk mencerna makanan.
Dokter Ida pun mengatakan, untuk porsi makan bisa mencontoh Kemenkes yakni 'isi Piringku'. Di mana separuh piring diisi sayur buah, sepertiganya protein hewani dan nabati, seperempatnya karbohidrat. Dalam hal ini karbohidrat tidak melulu harus nasi, melainkan ada kentang dan ubi.
Untuk perubahan pola makan, dr. Ida menjelaskan, bahwa tidak bisa dilakukan langsung, melainkan bisa secara bertahap untuk menciptakan kebiasaan.
"Kalau belum terbiasa, belajar step by step, lama-lama pasti bisa," tutupnya.
(Vivin Lizetha)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.