Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Polisi Sebut Gas Air Mata Tak Mematikan, CDC: Pada Kondisi Tertentu Bisa Akibatkan Kematian

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Selasa, 11 Oktober 2022 |15:45 WIB
Polisi Sebut Gas Air Mata Tak Mematikan, CDC: Pada Kondisi Tertentu Bisa Akibatkan Kematian
Tragedi Stadion Kanjuruhan, (Foto: MPI)
A
A
A

Bukan hanya dalam jumlah banyak, paparan gas air mata pun bisa berdampak fatal jika paparannya berlangsung lama, dosisnya tinggi, dan dilakukan di ruangan tertutup. Merujuk Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), pada situasi tertentu ternyata paparan gas air mata bisa membahayakan nyawa, bahkan di situasi ekstrim memang bisa menyebabkan kematian.

Menurut CDC dampak fatal itu meliputi kebutaan, Glaukoma atau kondisi mata serius yang dapat menyebabkan kebutaan, kematian segera karena ada luka bakar kimia parah di tenggorokan dan paru-paru, hingga terjadinya kegagalan pernapasan yang mungkin mengakibatkan kematian, seperti dikutip dari laman resmi CDC.

Tidak hanya itu, kondisi tubuh dari orang yang terpapar gas air mata juga bisa mengalami iritasi mata parah, sensasi terbakar, penglihatan kabur, hingga kemerahan. Kemudian hidung meler, sensasi terbakar di hidung, dan bengkak, iritasi di mulut, kesulitan menelan, dan sensasi terbakar di mulut, kulit terbakar dan ruam, serta merasa mual hingga muntah.

 BACA JUGA:Waspada, Depresi Gangguan Suasana Hati Ternyata Memicu Penyakit Kronis

BACA JUGA:4 Penyebab Sariawan yang Menyiksa, Salah Satunya Karena Alergi Pasta Gigi

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement