"Amping merupakan panganan kearifan lokal yang memiliki nilai sejarah dan budaya pada masyarakat petani ladang atau huma termasuk di Kabupaten Sambas dan saat ini bisa dinikmati dengan mudah karena sudah disajikan dalam kemasan. Hadirnya dan dikembangkannya amping Sambas sebagai dedikasi pelestarian budaya lokal dan pemberdayaan ekonomi masyarakat," ujar Team Leader Amping Sambas Big Project, Wahyudi.
Ia menjeleskan, amping pada awalnya hanya bisa didapati secara terbatas setahun sekali pada acara 'mungas taon' atau syukuran panen.
"Biasanya amping padi hanya bisa didapati secara terbatas sekali setahun pada saat acara syukuran panen. Agar bisa dinikmati kapan saja maka kami hadirkan produk amping padi ini dalam kemasan yang praktis dengan merk 'Amping Sambas'. Nah, dalam festival ini kami ikut hadir dan bisa masyarakat nikmati," kata Wahyudi.
Sebelumnya, amping tersebut juga telah mengikuti kegiatan pameran di dalam dan luar negeri. Terbaru mengikuti pameran Taste of Asia di Kuching, Malaysia.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.