SEBAGIAN wilayah di Indonesia mulai memasuki musim hujan. Dalam beberapa hari terakhir, hujan dengan intensitas yang cukup tinggi mengguyur beberapa titik di Jakarta dan sekitarnya. Di beberapa daerah barat Indonesia bahkan sudah merasakan musim hujan lebih dahulu.
Berbagai jenis penyakit musiman akibat hujan pun melanda masyarakat. Tak hanya flu dan demam, namun juga sejumlah alergi yang tidak bisa dianggap sepele. Salah satunya yakni alergi air hujan. Lantas, seperti apa saja gejala alergi hujan? Berikut ulasannya.

Alergi air hujan bisa terjadi kepada beberapa orang namun kasusnya sangat jarang. Menurut penelitian tahun 2011, ada kurang dari 100 kasus alergi air hujan yang disebut aquagenic urticaria yang dilaporkan dalam literatur medis.
Aquagenic urticaria bisa muncul dengan gejala seperti gatal-gatal yang menyebabkan ruam muncul setelah kulit terkena alergen.
Para peneliti masih mencari tahu penyebab pasti dari alergi air hujan maupun aquagenic urticaria. Beberapa peneliti berspekulasi bahwa alergi ini terjadi karena bahan kimia tambahan yang terkandung dalam air, seperti klorin, yang menyebabkan reaksi, dan bukan kontak dengan air itu sendiri.