"Waktu kena baby blues syndrome, anak saya nangis, saya ikut nangis. Saya merasa tidak berguna, merasa jelek, merasa salah semuanya,” aku Melanie.
Namun untungnya, ia tersadar bahwa tidak bisa berlarut-larut terus dalam kondisi seperti itu. Sampai akhirnya, ia tak sengaja melihat unggahan keseruan potret komunitas olahraga lari di sosial media.
“Lihat foto-foto itu dan saya bilang ke diri saya, ingin seperti mereka,” imbuhnya lagi.
Tidak sia-sia, setelah rutin berolahraga lari ia merasa bahagia, positif dan percaya diri.
“Selesai lari, hormon endorfin terproduksi. Jadi lebih confident, bahagia, pikirannya positif. Pulang ke rumah ketemu anak, saya sudah siap. Jadi relate banget olahraga dan manfaatnya untuk kehidupan saya," pungkas Melanie.
BACA JUGA:Ratu Elizabeth II Hobi Jalan Kaki, Kenali 5 Manfaatnya untuk Kesehatan
BACA JUGA: Manfaat Olahraga Bagi Penderita Jantung, Kurangi 17 Persen Risiko Penyakit
(Rizky Pradita Ananda)