SEKSOLOG Zoya Amirin memperingatkan kepada pasangan suami istri baru agar tidak mewajarkan pendarahan di malam pertama. Itu bukan momen yang harus ditunggu, malah kalau terjadi harus diwaspadai.
Ya, malam pertama tidak harus identik dengan pendarahan. Kalau pun terjadi, seks harus segera disudahi, bukan malah terus dilakukan. Sebab, ini bisa memicu masalah infeksi menular seksual hingga trauma bagi si istri.

"Kalau malam pertama terjadi pendarahan, stop seks. Jangan malah terus 'dihajar', karena ini bisa membuat istri kesakitan dan menyebabkan trauma," kata Zoya di Live Instagram Okezone.
BACA JUGA:5 Gaya Seks agar Perut Kecil, Cukup Menantang!
Kalau dihentikan, apakah tidak menyebabkan 'kentang'?
Zoya tak menampik bahwa akan terjadi situasi 'kentang' atau 'nanggung' pada si pria. "Tapi, yang namanya pria sejati adalah tidak membiarkan pasangannya menderita atau kesakitan," ungkapnya.
"Laki-laki sejati juga adalah dia yang bisa memuaskan pasangannya. Nah, apakah membuat si perempuan berdarah bagian dari memuaskan?" tambah dia.
Dalam kesempatan tersebut, Zoya menyarankan juga agar memberi perhatian penuh pada Miss V jika di malam pertama terjadi pendarahan.
"Jika sampai hari ketiga masih keluar bercak darah, segera periksakan Miss V ke ginekolog. Ini penting supaya diketahui apa alasan darah masih keluar dari Miss V," katanya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.