"Singkatnya, CBT membantu Anda mengelola keyakinan destruktif Anda sehingga Anda dapat menggantinya dengan pandangan yang akurat," terang laporan tersebut.
2. EMDR: Terapi EMDR membantu seseorang memproses trauma pada tingkat emosional. EMDR telah terbukti membantu penderita PTSD sembuh lebih cepat daripada terapi tradisional. Faktanya, satu penelitian yang didanai oleh Kaiser Permanente HMO menemukan bahwa 100 persen korban trauma tunggal dan 77 persen korban trauma ganda tidak lagi didiagnosis PTSD setelah enam sesi (per sesi 50 menit).
"Pada PTSD, pikiran dan ingatan traumatis bekerja melawan proses penyembuhan otak. Nah, kolas balik, mimpi buruk, dan emosi yang mengganggu berputar terus di otak. Terapi EMDR dapat memutus siklus tersebut," bunyi keterangan dalam laporan yang sama. EMDR dilakukan dengan menggunakan rangsangan bilateral untuk memanfaatkan mekanisme biologis yang digunakan otak selama tidur (REM). Teorinya, dengan menggunakan REM sambil mengingat pikiran atau ingatan yang mengganggu dari trauma membantu otak memprosesnya secara alami, memungkinkan pikiran untuk sembuh.
BACA JUGA:Terapi Nebulizer Bermanfaat untuk Anak Batuk Pilek, Ini Kata Dokter Anak!
BACA JUGA:Mengenal Terapi Holistik Seperti yang Diajarkan Mendiang Reza Gunawan, Apa Manfaatnya?
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.