Setiap kilogram berat badan bayi yang lahir di bawah rata-rata dikaitkan dengan dua persen peningkatan risiko ADHD. ADHD sendiri merupakan gangguan umum yang sering didiagnosis pada masa kanak-kanak dan cenderung memicu gejala kurangnya perhatian, hiperaktif, dan impulsif.
Berat badan lahir yang kurang juga dikaitkan dengan masalah emosional termasuk kecemasan dan depresi juga masalah sosial terutama pada anak usia remaja akhir.
"Pengaruh berat lahir pada kesehatan mental di kemudian hari kemungkinan kecil, tetapi mungkin berinteraksi dengan risiko lain seperti genetika dan stres masa kanak-kanak, dan memiliki implikasi untuk memahami asal-usul kesehatan mental dan kesehatan yang buruk," tutup tim peneliti.
BACA JUGA:Hasil Penelitian: Minum Segelas Susu Sehari Bantu Kurangi 10 Persen Risiko Diabetes
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.