“Kami telah mengetahui selama bertahun-tahun bahwa berat badan lahir rendah dan kelahiran prematur itu dikaitkan dengan risiko penyakit mental yang lebih tinggi pada anak. Apa yang ditunjukkan oleh penelitian ini adalah, bahwa penyimpangan kecil dari berat lahir biasa mungkin juga relevan,” ucap Profesor Mary Cannon, peneliti dalam studi di atas.
Selain faktor berat lahir bayi, faktor - faktor lain juga turut diperhatikan seperti jenis kelamin, riwayat penyakit mental orangtua dan lain sebagainya.
“Hubungan antara berat lahir dan kesehatan mental anak ini tetap ada, bahkan setelah memperhitungkan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi berat lahir dan kesehatan mental, seperti jenis kelamin, faktor sosial ekonomi, dan riwayat penyakit mental orang tua, ” tambah peneliti lain, Niamh Dooley.
Para peneliti mengatakan bahwa ADHD, depresi, kecemasan, masalah sosial merupakan masalah psikologis yang lebih mungkin terjadi pada bayi yang lahir dengan berat badan yang kurang.