Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hari Batik Nasional 2022, Pahami Magis di Balik Motif Mega Mendung

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Sabtu, 01 Oktober 2022 |20:35 WIB
Hari Batik Nasional 2022, Pahami Magis di Balik Motif Mega Mendung
Motif Batik Mega Mendung. (Foto: Trusmi)
A
A
A

INDONESIA memang memiliki banyak kebudayaan, salah satunya adalah batik. Batik pun memiliki banyak motif, salah satunya adalah motif Mega Mendung.

Motif batik Mega Mendung asal Cirebon bukan sembarang motif. Terdapat kekuatan magis di balik motif tersebut, termasuk efek menenangkan bagi pemakainya.

Hal tersebut sudah dibuktikan sendiri oleh pengrajin batik sekaligus Founder Batik Trusmi, Sally Giovani. Menurutnya motif batik Mega Mendung punya kekuatan tersendiri yang tak dimiliki motif batik lainnya.

Batik mega mendung

"Siapapun yang menggunakan pakain batik bermotif Mega Mendung, itu emosinya bakal lebih tenang dan wise. Jadi, kalau mau marah, terus sadar lagi pakai batik Mega Mendung, itu jadi tenang lagi, jadi sabar enggak mau marah," terang Sally saat ditemui langsung sebelum fashion show 'Basundari' dihelat di Intercontinental Pondok Indah Jakarta.

Sally menilai bahwa filosofi dari motif Mega Mendung yang kemudian membuat dirinya meyakini siapapun yang pakai akan lebih merasa tenang dan berwibawa. Jadi, secara kasat mata motif Mega Mendung itu terlihat seperti awan besar yang ada di langit tinggi.

Awan yang menjadi gambar utama motif Mega Mendung diibaratkan sebagai sesuatu yang berada di atas dan itu mencerminkan sifat wibawa. Sementara itu, ada kata 'mendung' di Mega Mendung.

"Nah, mendung tersebut artinya tenang, teduh, atau menyejukkan. Jadi Mega Mendung itu diartikan sesuatu yang berwibawa sekaligus menyejukkan," papar Sally.

"Mendung itu juga bisa diartikan sebagai kondisi menahan panas atau dapat dikonotasikan ke amarah atau emosi negatif. Jadi, yang belum punya batik motif Mega Mendung, wajib punya, ya," tambahnya.

Dalam paparannya, Sally juga menjelaskan asal usul motif Mega Mendung. Katanya, motif itu terinspirasi dari rasa cinta Sunan Gunung Djati yang ingin memberikan hadiah pernikahan untuk istrinya Ong Tien Nio.

Batik mega mendung

Ong Tien Nio sendiri adalah putri kaisar China. Setelah menikah dengan Sunan Gunung Djati, Ong Tien Nio ikut agama sang suami dan bersama-sama menyebarkan ajaran Islam. Di momen itu, dia mencari motif batik yang mengandung unsur China dan didapatlah gambar awan.

"Dari apa yang ada di lukisan ataupun guci asal China, banyak memperlihatkan gambar awan. Nah, dari sana kemudian Sunan Gunung Djati meminta pengrajin untuk membuat motif awan untuk hadiah istrinya dan dari sana juga akhirnya tercipta motif Mega Mendung," tutur Sally.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement