Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Intip Koleksi Museum Perang Singapura, Ada Meriam Berusia 155 Tahun

Antara , Jurnalis-Sabtu, 01 Oktober 2022 |16:30 WIB
Intip Koleksi Museum Perang Singapura, Ada Meriam Berusia 155 Tahun
Meriam berusia 155 tahun koleksi di Museum Perang Singapura (Foto: ANTARA/Chairul Rohman)
A
A
A

Selain menghadirkan ilustrasi dalam segi patung-patung, pengelola juga memberikan informasi rangkuman yang mereka lakukan sehari-hari dengan berbagai ilustrasi tulisan.

Dalam barak yang menampung sejumlah tentara perang, terdapat tulisan yang mengisahkan betapa menderitanya para tentara yang melakukan perjalanan cukup menyita banyak waktu untuk bisa sampai di lokasi tersebut.

Menurut catatan, perjalanan yang dilakukan oleh tentara Inggris pada tahun 1880 itu memakan waktu kurang lebih selama 60 hari. Pemandangan itu menggambarkan bagaimana mereka yang sangat rindu dengan rumah dan juga perjalanan yang lama membuat mereka banyak yang mabuk laut, meskipun itu sudah menjadi hal yang biasa.

Musuem Perang Singapura

(Foto: ANTARA/Chairul Rohman)

Setelah Sentosa--yang dahulu bernama Pulau Belakang Mati--mulai terlihat, para tentara ini tahu bahwa mereka akan mengalami kehidupan yang sangat berbeda seperti di rumah pada umumnya.

Suasana barak

Perjalanan yang melelahkan sudah tentu membuat para tentara-tentara Inggris ingin merasakan nikmatnya tempat istirahat yang nyaman dan juga tenang. Itu adalah sebuah khayalan yang mungkin tidak akan pernah terjadi ketika pada masa perang.

Pada ilustrasi ini, para tentara hanya dapat menempati tempat tidur atau tempat beristirahat yang sangat sempit dan tidak nyaman. Nyatanya, dalam barak yang tidak terlalu besar ini, mereka hanya bisa tidur dengan memanfaatkan sisi yang kosong dengan membuat hammock atau kasur gantung.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement