Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menguak Asal Usul Nasi Jangkrik, Makanan Favorit Sunan Kudus

Rina Anggraeni , Jurnalis-Minggu, 02 Oktober 2022 |10:03 WIB
Menguak Asal Usul Nasi Jangkrik, Makanan Favorit Sunan Kudus
Nasi jangkrik (ANTARA/Yusuf Nugroho)
A
A
A

NASI jangkrik merupakan makanan favorit Sunan Kudus. Sajian tradisional ini juga kegemaran Kyai Telingsing, tokoh penyebar Islam di Kudus yang semasa dengan Sunan Kudus.

Nasi jangkrik jadi salah satu makanan khas Kudus, tapi mungkin namanya tak setenar soto kudus maupun lentog tanjung. Tapi nasi jangkrik punya cerita tersendiri.

Pada dasarnya nasi jangkrik tak ada data yang secara valid sebagai terkait asal-usul di balik kata “jangkrik” yang menjadi nama bagi menu warisan Sunan Kudus ini.

Namanya memang nasi jangkrik. Tapi, jangan bayangkan kalau nasinya itu pakai menu jangkrik, serangga kerabat dekat belalang yang sering bersuara keras di malam hari. Sama sekali tak ada jangkrik di dalam nasi.

Lauk nasi jangkrik adalah daging sapi atau kambing yang dimasak dengan bumbu rempah dan santan. Jadi rasanya sangat lezat.

Lalu kenapa dinamakan nasi jangkrik?

Menurut cerita, nama jangkrik telah digunakan oleh Sunan Kudus semasa hidupnya. Dikisahkan, pada suatu hari, Sunan Kudus dan Kyai Telingsing berkumpul di tajug Menara Kudus bersama dengan para wali lainnya.

Sementara, istri Sunan Kudus menyiapkan sebuah masakan yang sekarang populer dengan nama nasi jangkrik sebagai sajian.

Kelezatan hidangan tersebut nyatanya membuat para wali terpikat hingga terdengar suara celetukan. Konon celetukan itu datang dari Kyai Telingsing. “Jangkrik, masakan apa iki, kok enake pol,” demikian kira-kira suara celetukan itu, yang memiliki arti “Jangkrik, masakan apa ini, kok enak sekali.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement