MASALAH rambut bukan hanya dari internal saja, seperti kekurangan vitamin, tapi juga bisa terjadi karena faktor eksternal seperti debu atau bahkan kutu. Kutu rambut bisa membuat kulit kepala terasa gatal dan tidak nyaman.
Bahkan, kutu rambut pun bisa membuat infeksi yang disebabkan oleh parasit Pediculus humanus capitis ini bahkan bisa menyebabkan luka apabila kepala digaruk terus-menerus. Sayangnya, kutu rambut tidak bisa hilang dengan sendirinya.
Disampaikan dr. Devia Irine Putri, tetap diperlukan perawatan dan obat-obatan untuk membantu menghilangkan kutu rambut dan telurnya. Di bawah ini sederet obat penghilang kutu rambut yang bisa dicoba, seperti dilansir dari KlikDokter.
1. Piretrin dan Piperonil Butoksida
Sampo dengan kandungan piretrin dan piperonil butoksida bisa dibeli bebas di apotek tanpa resep dokter. Sampo jenis ini hanya bisa digunakan untuk menghilangkan kutu rambut pada orang dewasa dan anak usia 2 tahun ke atas.
Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Amerika Serikat, piretrin terbuat dari ekstrak piretroid alami yang berasal dari bunga krisan. Sementara, piperonil butoksida adalah senyawa organik yang biasa digunakan untuk mengendalikan hama. Meski efektif, sampo dengan kandungan piretrin dan piperonil butoksida hanya bisa membunuh kutu yang hidup. Sampo ini tidak bisa menghilangkan telur kutu yang belum menetas.
Karenanya, kamu perlu mengaplikasikan kembali sampo ke rambut, setelah 9-10 hari pemakaian pertama. Tujuannya adalah untuk membunuh kutu yang baru menetas sebelum mereka menghasilkan telur baru. Sampo piretrin dan piperonil butoksida hanya perlu dioleskan ke rambut kering.
Oleskan sampo ke seluruh area rambut di kulit kepala. Diamkan selama 10 menit, lalu gosok rambut menggunakan air hangat hingga sampo berbusa. Lalu, bilas rambut pakai air hangat hingga bersih. Apabila kamu memiliki riwayat alergi terhadap bunga krisan, sebaiknya jangan menggunakan obat pembasmi kutu rambut satu ini.
Efektivitas sampo piretrin dan piperonil butoksida sendiri bisa berkurang jika kutu resisten terhadap obat. Bila kamu menemukan kutu masih hidup setelah penggunaan obat, segera konsultasi dengan dokter untuk memperoleh penanganan yang tepat.

2. Losion Permetrin
Losion permetrin dengan kadar 1 persen boleh digunakan mulai dari anak usia di atas 2 bulan. Permetrin adalah piretroid sintetis yang fungsinya mirip piretrin alami. Obat ini dapat membunuh kutu hidup secara efektif. Namun, tidak bisa membasmi telur kutu yang belum menetas.
Permetrin dapat membunuh kutu selang beberapa hari perawatan. Dibutuhkan perawatan kedua dengan jangka waktu sembilan hari setelah pengobatan pertama. Hal ini bertujuan untuk membunuh kutu yang baru menetas sebelum mereka menghasilkan telur baru. Sebelum menggunakan peremtrin, kamu harus keramas terlebih dahulu pakai sampo biasa. Bilas rambut hingga bersih, lalu keringkan selama beberapa menit.
Apabila rambut sudah mengering, kocok losion permetrin terlebih dahulu sebelum mengaplikasikannya. Oleskan peremtrin ke rambut dan kulit kepala secara menyeluruh.
Diamkan selama 10 menit. Kemudian bilas sampai bersih. Keringkan rambut pakai handuk, lalu gunakan sisir bergigi rapat untuk menyisir rambut dan menghilangkan sisa telur kutu.
3. Losion Benzil Alkohol
Benzyl alcohol adalah obat yang memerlukan resep dokter. Obat penghilang kutu rambut ini dapat langsung dioleskan ke rambut yang kering. Setelah 10 menit, bilas rambut secara menyeluruh.
Sayangnya, benzil alkohol hanya bisa membunuh kutu, tetapi tidak menghilangkan telurnya. Oleh karena itu, penting untuk mengulangi perawatan kedua selang tujuh hari dari pemakaian pertama. Ketika menggunakan obat satu ini, kamu sebaiknya terus menyisir rambut untuk mencari telur kutu.
American Academy of Dermatology Association menyatakan losion dengan kandungan 5 persen benzil alkohol dapat digunakan mulai dari anak usia 6 bulan ke atas.
Kabar baiknya, wanita yang sedang hamil atau menyusui boleh menggunakan produk ini untuk mengobati kutu rambut. Efek samping yang paling umum terjadi adalah iritasi kulit kepala.
4. Ivermectin
Bukan ivermectin yang digunakan untuk pengobatan Covid-19, karena berupa losion. Ketika berkonsultasi dengan dokter, mungkin kamu diresepkan ivermectin dengan dosis 0,5 persen.
Obat untuk menghilangkan kutu rambut ini tidak boleh digunakan secara berulang tanpa persetujuan dokter. Ivermectin bisa mencegah pertumbuhan nimfa alias kutu yang baru menetas. Kamu bisa mengaplikasikannya pada rambut kering, tanpa harus menyisir rambut untuk menghilangkan kutu.
Sayangnya, obat ini tidak boleh digunakan pada anak-anak dengan berat kurang dari 15 kilogram (kg) maupun wanita hamil. Efek samping losion ivermectin bisa menyebabkan kulit gatal, iritasi mata apabila obat masuk ke mata, dan sensasi terbakar pada kulit. Seluruh efek samping ini bersifat sementara.