REMATIK jadi salah satu penyakit yang begitu familiar ditemui di sekitar kita. Penyakit yang identik dengan orang tua ini, merupakan salah satu bentuk dari penyakit autoimun.
Rheumatoid arthritis (RA) atau rematik penyakit autoimun yang secara signifikan mempengaruhi lapisan sendi. Sehingga bisa menyebabkan pembengkakan dan peradangan sendi yang menyakitkan.
Penyakit ini, merupakan salah satu penyakit yang dapat mengakibatkan pengidapnya mengalami gejala kelumpuhan yang mengganggu kemampuan untuk bergerak dan beraktivitas sehari-hari.
Jika Anda termasuk orang dengan rematik, bisa coba 10 cara alami di bawah ini untuk bantu mengatasi rematik. Seperti yang dijelaskan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) berikut mengenai 10 obat alami terapi fisik untuk Rheumatoid Arthritis, dikutip dari Medical News Today, Rabu (28/9/2022).
1. Stretching teratur: Melalui studi tahun 2015, ditemukan bahwa peregangan otot sederhanadi sekitar sendi yang terkena rematik dapat meredakan gejala rematik di tangan dan pergelangan tangan. Penulis penelitian menyimpulkan, bahwa peregangan dapat mendukung metode perawatan konvensional. Namun sebelum melakukan gerakan peregangan, perlu meminta saran kepada dokter atau ahli terapi fisik karena beberapa gerakan dapat menambah stres berbahaya pada persendian ya!
2. Olahraga: Aktivitas seperti berenang atau bersepeda dapat memperkuat otot-otot di sekitar sendi yang terkena rematik. Ini juga dapat membantu mengurangi dampak keseluruhan pada sendi dan memperlambat perkembangan rematik.
3. Terapi hot and cold: Ada bukti medis yang membahas tentang manfaat terapi panas atau dingin untuk menghilangkan rasa sakit pada persendian. Beberapa orang bisa berhasil dengan terapi memanaskan atau mendinginkan area sendi yang sakit melalui kompres panas atau es. Namun, ingat jangan pernah menaruh es langsung di kulit, es perlu dibungkus terlebih dahulu dengan handuk untuk menghindari komplikasi lainnya.
4. Cukup istirahat: Istirahat penting untuk mengobati nyeri sendi. Namun, terlalu banyak istirahat atau terlalu banyak rebahan juga bisa memperburuk nyeri sendi. Berkonsultasilah dengan dokter atau ahli terapi fisik untuk memastikan apakah pola aktivitas kita sudah seimbang antara istirahat dan berolahraga.
5. Hindari stress berlebihan: Ini penting, sebab penelitian menunjukkan bahwa stres dapat memperburuk atau menyebabkan timbulnya gejala rematik, terutama pada wanita.
6. Terapi Perilaku kognitif: Tahukah Anda kalau terapi atau konseling dapat membantu seseorang mengurangi kecemasan dan mengatasi rasa sakit terkait rematik dengan lebih baik. Terapi paling umum yang digunakan untuk orang yang menderita rematik adalah terapi perilaku kognitif (CBT) termasuk psikoterapi dan perhatian.
7. Alat bantu: Seseorang yang hidup dengan rematik mungkin dapat mengurangi rasa sakit dengan menggunakan alat bantu dalam aktivitas sehari-hari mereka. Hal ini dibuktikan oleh sebuah studi tahun 2014 yang menunjukkan bahwa memakai belat pergelangan tangan, bisa membantu mengurangi rasa sakit pada persendian pergelangan tangan. Pilihan tambahan untuk alat bantu lainnya seperti kursi yang dapat disesuaikan, bantalan lutut untuk berlutut, dan lain sebagainya
8. Perhatikan pola makan: Menjaga pola makan yang sehat sangat membantu mengurangi gejalanya. Hal ini dibuktikan oleh penelitian yang diterbitkan pada tahun 2015, yang mempelajari efek dari pola makan nabati pada kadar protein yang diketahui dapat menyebabkan peradangan. Para peneliti menyimpulkan bahwa pola makan vegan yang kaya buah-buahan dan sayuran segar, biji-bijian, kacang-kacangan dan biji-bijian secara signifikan mengurangi peradangan sistemik pada penderita. Orang rematik dianjurkan untuk menghindari makanan olahan, mentega, minyak, gula, dan produk hewani.
9. Konsumsi suplemen: Menurut penelitian di tahun 2017, merekomendasikan orang yang hidup dengan rematik untuk mengonsumsi yogurt probiotik dan rempah-rempah seperti kunyit dan jahe, yang memiliki sifat anti-inflamasi untuk mencegah peradangan. Suplemen seperti minyak ikan dari ikan air dingin, seperti salmon, mackerel, tuna, cod, dan herring yang mengandung omega-3 yang dapat membantu mengurangi peradangan, suplemen probiotik Lactobacillus yang terkandung dalam yogurt atau acar, dan makanan kaya probiotik lainnya.
BACA JUGA:Sering Tidur Tak Nyenyak, Ini Tips Mengobatinya!
BACA JUGA: 4 Cara Mengatasi Bau Miss V Tak Sedap, Ladies Wajib Baca!
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.