Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Sepelekan Sakit Perut, Kenali Tanda Berbahayanya!

Vivin Lizetha , Jurnalis-Minggu, 25 September 2022 |08:30 WIB
Jangan Sepelekan Sakit Perut, Kenali Tanda Berbahayanya!
Ilustrasi sakit perut (foto: freepik)
A
A
A

SAKIT perut dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Biasanya disebabkan oleh asam lambung, diare, sembelit, kembung, dan lainnya. Atau bagi perempuan sakit perut bisa dikarenakan kram saat menstruasi.

Infeksi virus, bakteri atau parasit mempengaruhi lambung dan usus juga dapat menyebabkan sakit perut yang signifikan. Namun rata-rata sakit perut normal hanya berlangsung paling lama 1 minggu, bahkan kurang.

 sakit perut

Namun ada beberapa gejala yang membuat sakit perut itu menjadi berbahaya. Hal ini harus segera ada konsultasi dokter lebih lanjut. Berikut Okezone mengulasnya, dari berbagai sumber, Minggu (25/9/2022).

1. Sakit perut kronis

Sakit perut konstan atau berulang. Berlangsung selama 3 bulan tau lebih.

2. Nyeri progresif

Sakitnya semakin parah seiring berjalannya waktu. Padahal sudah mengonsumsi obat warung bahkan obat dokter.

3. Sakit perut disertai muntah darah

Ini harus segera mengunjungi dokter. Ditakutkan dapat membuat seseorang kekurang darah.

4. Sensasi terbakar saat buang air kecil

Hal ini ditakutkan masalah bukan terjadi pada bagian lambung. Namun pada daerah di sekitar lambung seperti ginjal, empedu, pangkreas, atau hati.

5. Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan 

Biasanya kondisi ini hasil lanjutan dari kehilangan selera makan. Hilangnya selera makan terjadi karena adanya ketidaknyamanan secara fisik ataupun psikis seseorang. Jika ini terus berlanjut, akan menyebabkan seseorang malnutrisi, dan menurunnya kondisi umum.

(Vivin Lizetha)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement