PEMERINTAH telah memesan cacar monyet sekitar 2.000 dosis, rencananya tiba bulan depan. Namun jangan senang dulu. Ada beberapa hal yang harus digarisbawahi terkait vaksin cacar monyet ini.
Menurut Ketua Satgas Monkeypox ikatan dokter indonesia (IDI) bahwa vaksin tidak melindungi dari infeksi cacar monyet secara 100%, tetapi bisa meminimalisir perburukan saat terinfeksi.

Lebih lanjut, ia mengatakan ketika seseorang terinfeksi cacar monyet mendapatkan vaksin, bisa menekan komplikasi. "Sebetulnya pasien ini tidak bisa meniadakan infeksinya 100%. Tentunya kita berharap komplikasi yang didapatkan oleh pasien, menjadi lebih ringan, kalaipun terinfeksi tidak akan komplikasinya," jelas Ketua Satgas Monkeypox PB IDI, dr Hanny Nilasari, SpKK dalam webinar PB IDI Update on Monkeypox secara online, Rabu (21/9/2022)
Pemberian vaksin cacar monyet akan difokuskan terhadap kelompok-kelompok yang tentunya menjalin kontak erat (hasil tracing) dengan pasien, kelompok berisiko seperti keluarga dari pasien dan para tenaga kesehatan (nakes).
Kemudian, dr Hanny mengatakan vaksin ataupun obat cacar monyet harus dilakukan secara tepat. Sehingga tidak perlu disebar ke seluruh daerah atau provinsi di Indonesia, yang mana lewat Dinas Kesehatan provinsi memang ada kasus-kasus cacar monyetnya.
"Pemberian vaksin tidak kepada seluruh masyarakat tapi indikasi terbatas, artinya pasien kontak erat, nakes dan populasi risti, misalnya untuk kasus yang ditracing dan follow up tepat ke anggota keluarga," jelas dr Hanny