Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengharukan, Orangtua Ini Ajak 3 Anaknya Keliling Dunia Sebelum Alami Kebutaan, Sempat ke Indonesia

Astri Lawrensia , Jurnalis-Kamis, 15 September 2022 |08:00 WIB
Mengharukan, Orangtua Ini Ajak 3 Anaknya Keliling Dunia Sebelum Alami Kebutaan, Sempat ke Indonesia
Edith, Sebastien dan keempat anaknya, (Foto: Instagram @pleinleursyeux)
A
A
A

ORANGTUA mana yang tak merasa sedih saat mengetahui anaknya jatuh sakit. Selain upaya penyembuhan, orangtua akan juga berupaya agar bagaimana sang anak tetap bisa bahagia di tengah sakit yang dideritanya.

Inilah yang tengah dialami satu keluarga di Quebec, Kanada. Mereka berupaya dengan sengaja membawa seluruh anaknya untuk berkeliling dunia. Bukan tanpa tujuan, Edith Lemay dan Sebastien Pelletier mengaku sengaja membawa anak-anak mereka traveling melihat dunia, sebelum tiga dari empat anak mereka menjadi buta.

Ketiga anak Edith dan Sebastien yang alami kelainan genetik yakni Mia (12 tahun), Colin (7 tahun), dan Laurent (5 tahun). Mereka didiagnosa mengalami retinitis pigmentosa, yakni kelainan genetik yang mempengaruhi mata dan menyebabkan kehilangan daya penglihatan. Sedangkan, anak mereka yang satu lagi, Leo (9 tahun) tidak terindikasi mengidap penyakit yang sama.

Sayangnya, kelainan retinitis pigmentosa ini belum obat yang dapat menyembuhkannya. Saat ini, pengobatan yang dilakukan yaitu memperlambat laju penyakit retinitis pigmentosa. Mengetahui ketiga anaknya akan kehilangan penglihatan, Edith dan Sebastien mantap membawa seluruh keliling dunia demi bisa memberikan pengalaman melihat dunia.

“Saya pikir, saya tidak akan menunjukkan gambar gajah di buku, saya langsung akan mengajaknya melihat gajah asli, dan saya akan mengisi memori visualnya dengan gambar terbaik dan terindah yang saya bisa," kata Edith dikutip dari New York Post, Kamis (15/9/2022).

Edith dan Sebastien memang sudah mulai menabung jauh - jauh hari sebelum melakukan perjalanan liburan keliling dunia ini. Untungnya, keduanya juga mendapat tambahan dana dari tempat kerja Edith dan berencana melakukan liburan pada tahun 2020, namun harus ditunda karena pandemi Covid-19.

“Ada banyak hal hebat yang dapat dilakukan di rumah, tetapi tidak ada yang lebih baik daripada berkeliling dunia. Tidak hanya pemandangannya, tetapi akan banyak kami temui budaya dan orang yang berbeda,” jelas Sebastien.

Setelah ditunda selama kurang lebih satu tahun, akhirnya keluarga itu memulai liburan mereka di sekitar Kanada timur pada Juli 2021 dan pada Maret 2022, mereka juga sudah memulai tur internasional mereka di Namibia.

Pekan lalu, Edith sekeluarga pergi Mongolia ke Indonesia dan melakukan perjalanan ke berbagai tempat lainnya dengan tujuan untuk memenuhi daftar kegiatan yang telah dibuat keempat anaknya termasuk mulai dari menunggang kuda hingga minum jus di atas unta.

“Perjalanan ini telah membuka mata kami untuk banyak hal lain, dan kami benar-benar ingin menikmati apa yang kami miliki dan orang-orang di sekitar kami,” kata Sebastien.

Terkait penyakit yang diidap ketiga anaknya, sebagai orang tua, Edith dan Sebastien mengaku tetap optimis dan berharap bahwa anak-anaknya tidak akan pernah buta.

“Semoga sains dan medis akan menemukan solusinya. Kami berdoa dan berharap akan hal itu. Tapi kami ingin memastikan anak-anak siap menghadapi tantangan ini, ” tutup keduanya.

 BACA JUGA:Ini Gejala Penyakit yang Diidap Perempuan Cantik Viral Terkena Herpes usai Berciuman

BACA JUGA:Wanita Ini Tak Bisa Pakai Sepatu Normal Gara-gara Idap Eksim Langka

(rpa)

(Kemas Irawan Nurrachman)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement