MENURUT laporan dari Africa News, perempuan di beberapa negara di Afrika tidak memiliki akses terhadap pakaian sanitasi komersial. Krisis ini terjadi salah satunya di negara Zimbabwe.
Bahkan di salah satu desa yang bernama Domboshava, terdapat 70 persen anak perempuan yang tidak mampu membeli pembalut akibat kemiskinan. Untuk menyelesaikan masalah ini, para perempuan di Zimbabwe menggunakan dedaunan hingga kotoran sapi sebagai pengganti pembalut. Padahal kotoran sapi yang kotor, penuh bakteri dan berbahaya bagi kesehatan loh!

Membahas mengenai masalah kemiskinan. Ada satu negara yang juga sedang mengalami kemiskinan dalam kurun waktu beberapa tahun ke belakang.
Namun, pemerintah di negara ini cerdas membuat regulasi menarik yang mampu mengurangi beban masyarakat di tengah krisis yang melanda. Negara itu adalah Skotlandia.
Berdasarkan data statistik yang diunggah oleh pemerintah Skotlandia, pada tahun 2016 hingga 2020 kurang lebih ada 10% masyarakatnya mengalami kemiskinan.
Mereka berada di garis kemiskinan selama tiga tahun. Menurut survei, remaja putri di negara ini pun mengalami kesulitan untuk mendapatkan produk seperti tampon atau pembalut untuk menstruasi. Hal ini juga menyebabkan perempuan dan anak perempuan di sana bolos sekolah atau bekerja saat sedang menstruasi.
Menangani permasalahan ini, Pemerintah Skotlandia mengeluarkan undang-undang yang disetujui oleh parlemen pada tahun 2020. Undang-undang tersebut memuat pasal kewajiban menyediakan produk menstruasi gratis kepada siapa saja yang membutuhkannya, termasuk produk yang dapat digunakan kembali.
Hal ini membuat Skotlandia menjadi negara pertama yang menyediakan produk menstruasi secara gratis dalam skala nasional.
Mulai tanggal 18 Agustus 2022, produk menstruasi akan tersedia di tempat-tempat seperti apotek dan pusat komunitas. Adapun produk-produk menstruasi yang digratiskan adalah termasuk tampon dan pembalut.
BACA JUGA:Awas 16 Tanda dan Gejala Khusus HIV Pada Wanita, Bisa Bikin Menstruasi Berubah
Selain itu, Perusahaan Hey Girls pun turut membantu perempuan di negara ini dalam pencarian lokasi produk menstruasi. Perusahaan ini meluncurkan aplikasi PickupMyPeriod yang menyediakan lebih dari 1.000 lokasi yang dapat membantu perempuan menemukan tempat untuk mendapatkan produk menstruasi.
Menurut keterangan Sekretaris Keadilan Sosial, Shona Robinson, penyediaan produk menstruasi gratis sangat penting dilakukan untuk kesetaraan dan martabat, dan menghilangkan hambatan finansial dalam mengaksesnya.
Kesadaran mengenai bagaimana akses ke produk menstruasi dapat mempengaruhi pendidikan dan stabilitas ekonomi bagi orang-orang yang membutuhkannya memang telah tumbuh dalam beberapa tahun terakhir.
Oleh karena itu, Skotlandia berinisiatif menjadi negara pertama yang menawarkan produk periode gratis dalam skala nasional. Selain menawarkan produk menstruasi gratis, Skotlandia diketahui juga menawarkan air gratis untuk semua warganya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.