Setelah keluar dari ikan paus, menurut Britannica, benda ini akan mengapung di lautan dan terkena sinar matahari. Dari awalnya berwarna hitam dan memiliki tekstur lembut serta bau yang tidak sedap, setelah terkena sinar matahari benda ini akan mengeras dan warnanya memudah menjadi abu-abu muda atau kuning dan aroma tidak sedapnya memudar.
4. Dijuluki “floating gold”
Karena harganya bisa mencapai Rp. 30 miliaran perkilonya, ambergris diberi julukan sebagai floating gold atau emas yang mengapung.
5. Digunakan dalam berbagai industri
Melansir dari Britannica, secara kimiawi batu ambergris memiliki kandungan alkaloid, asam, senyawa ambreine, dan 456 jenis kolesterol. Karena inilah ambergris kerap digunakan dalam berbagai macam industri.
Salah satunya digunakan dalam industri wewangian. Ambergris umumnya diolah dengan cara digiling hingga menjadi bubuk dan dijadikan campuran untuk wewangian beraroma unik dengan karakter musky. Ambergris dinilai memiliki sifat fiksatif yang mampu mencegah aroma menguap sehingga wewangian bisa lebih tahan lama.
Selain itu, ambergris juga kerap dijadikan bahan pengobatan dan juga makanan.
Demikian informasi mengenai 5 fakta ambergris, muntahan ikan paus yang punya harga fantastis.
(RIN)
(Rani Hardjanti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.