Selain itu, bisa menyebabkan gangguan pernapasan, terutama pada orang dengan penyakit asma dan anak-anak. Bahkan, sulfur dioksida juga bisa menimbulkan reaksi alergi, seperti serangan asma, sakit kepala dan mual pada orang yang rentan. Maka dari itu, zat aditif makanan ini harus dicantumkan pada kemasan makanan dengan nama lengkapnya dan jumlahnya harus dibatasi.
2. Asam Benzoat dan bahayanya: Memiliki sifat antibakteri yang kuat, zat aditif ini bisa menghambat pertumbuhan bakteri, jamur dan ragi yang menjadi penyebab utama pembusukan makanan. Waspada, mengonsumsi asam benzoat secara berlebihan bisa menyebabkan diare, sakit perut, dan gejala lainnya, bahkan mengganggu proses metabolisme dalam tubuh.
Tidak hanya itu, bisa menyebabkan efek samping pada beberapa orang. Misalnya, iritasi dan peradangan dan bahkan pada beberapa orang juga mungkin bisa mengalami reaksi alergi, seperti gatal-gatal dan bengkak setelah mengonsumsi makanan yang mengandung asam benzoat.
BACA JUGA:Saus dan Kecap ABC Ditarik Badan Pangan Singapura, Kenapa?
BACA JUGA:Pentingnya Melindungi Anak-Anak dari Bahaya BPA
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.