NGOROK saat tidur bisa dialami oleh orang dewasa maupun anak-anak. Ngorok atau mendengkur ini disebabkan dua hal yaitu adanya sumbatan dan gangguan.
Menurut Dokter Spesialis THT (Telinga, Hidung dan Tenggorokan) dr. Selfiyanti Said, M.Kes, SpTHT-KL bahwa mendengkur atau ngorok timbul karena berat badan berlebihan (obesitas).

"Ngorok ini kan terbagi 2 ya ada karena sumbatan atau gangguan di otaknya. Ngorok karena sumbatan itu hampir 80% karena obesitas," kata dr. Selfiyanti Said, M.Kes, SpTHT-KL, Dokter Spesialis THT dalam siaran langsung 'Ngorok, Pertanda Tidur Nyenyak atau Bahaya?', di Instagram Okezone.com Kamis (1/9/2022).
Lebih lanjut, ia mengatakan, tidak disarankan untuk makan menjelang tidur. Selain bisa memicu obesitas tapi juga penyakit lain seperti gangguan pernafasan.
BACA JUGA:Kesal Pasangan Pasangan Sering Ngorok, Atasi dengan Akupunktur
Ditambah, dia menganjurkan agar bisa merubah gaya hidup lebih sehat. Dengan tidak merokok dan minum alkohol.
"Jadi pencegahannya jaga berat badannya harus diupayakan normal. Mungkin kalau saat mau tidur, waktu 1-3 jam tidak makan karena bisa sebabkan refluks atau asam lambung dan bengkak disaluran pernafasan," jelasnya
"Jangan atau dikurangi ya merokoknya, dan jangan minum alkohol," imbuh dr Selfiyanti.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menjelaskan bahwa ngorok jadi tanda tidur pulas atau nyenyak merupakan mitos. "Ngorok itu kalau tempo-tempo nggak tiap hari itu sebenarnya nggak apa-apa. Tapi jadi masalah kalau ngoroknya sering, atau lama suaranya besar bahkan berhenti nafasnya yang harus diwaspadai apalagi kalau terus menerus," kata dr Selfiyanti
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.