Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menyambangi Kedai Kopi Pertama di Kampung Heritage Kayutangan

Karina Asta Widara , Jurnalis-Senin, 29 Agustus 2022 |11:42 WIB
Menyambangi Kedai Kopi Pertama di Kampung Heritage Kayutangan
Mencicipi Nikmatnya Kedai Kopi Pertama di Kampung Heritage Kayutangan/ Foto: Dok Pemkot Malang
A
A
A

MALANG- Malang dikenal sebagai Kota Pendidikan. Di kota ini selain memperkaya wawasan, berwisata ke tempat-tempat bersejarah juga menjadi cara untuk melestarikan sejarah Indonesia. Salah satunya dengan datang ke Kampoeng Heritage Kajoetangan yang merupakan kawasan yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya di Kota Malang.

Kawasan ini sejak lama juga dikenal menjadi kawasan ekonomi yang memiliki daya tarik sejarah dengan bangunan lawasnya. Namun, koridor dalam yakni kampung dalam gang-gang di sepanjang salah satu jalan vital di Kota Malang ini menyimpan daya tarik tersendiri.

Banyaknya bangunan lawas, warga yang ramah dan santun, termasuk kuliner tradisional yang khas menjadi daya tarik yang layak untuk disambangi dan dijajal. Salah satunya adalah Kopi Hamur Mbah Ndut. Menu yang ditawarkan tak neko-neko, hanya kopi tubruk, kopi susu, serta sekoteng, juga ada beberapa makanan tradisional seperti onde-onde dengan harga yang ramah di kantong.

Namun, yang menjadi magnet pengunjung untuk datang ke tempat ini adalah kedai ini berada di sebuah rumah lawas yang nyaman. Bahkan Kopi Hamur Mbah Ndut ini merupakan warung kopi atau kafé pertama di koridor dalam Kayutangan Heritage.

“Jadi sebelum penduduk lain itu membuat warung kopi, saya duluan. Kemudian karena tempat saya ini ramai, mulai banyak warga yang ikut (mendirikan warung kopi). Kalau di sini kan rumahnya juga menunjang ya untuk spot. Ini rumah dari eyangnya istri saya, rumah punden bagi keluarga besar. Memang dari dulu dikenal rumahnya Mbah Ndut, karena tubuhnya gendut,” kata pemilik rumah sekaligus pendiri Kopi Hamur Mbah Ndut.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement