Merasa tak terima tulangnya sampai patah karena pelukan yang terlalu kuat itu. Selama masa pemulihannya, wanita tersebut sempat bertemu dengan teman kantor yang memeluknya untuk mencoba bernegosiasi.
(hasil X-Ray, Foto:Oddity Central)
Namun, keduanya gagal mencapai kesepakatan apa pun, karena pria itu mengklaim si wanita tak memiliki bukti kalau cidera yang dialami memang disebabkan oleh pelukannya.
Hingga akhirnya, sang wanita memutuskan untuk membawa sang teman kantor ke jalur hukum, dengan mengajukan tuntutan ke Pengadilan Yunxi Kota Yueyang.
Dalam tuntutannya, sang wanita meminta kompensasi atas kerugian finansial yang dialaminya karena pelukan erat si teman kantor. Mengingat, karena patah tulang ia harus mengambil cuti dan menghabiskan banyak uang untuk perawatan medis.