Tidak hanya di Indonesia, terapan skrining serupa juga dilakukan di Amerika Serikat. Palang Merah Amerika Serikat diketahui kini mulai melakukan skrining cacar monyet sebelum seseorang mendonorkan darahnya.
Bahkan, Oktober mendatang Red Cross AS meminta kepada oang-orang yang sudah pernah terinfeksi cacar monyet untuk menunggu setidaknya 21 hari sebelum mendonorkan darah.
"Keputusan ini merupakan tanggapan yang masuk akal untuk mencegah penularan virus cacar monyet mengingat ketidakpastian ilmiah tentang apakah virus mampu menyebar melalui darah atau tidak," ungkap Lawrence Gostin, pengelola O'Neill Institute for National and Global Health di Georgetown Law, dikutip dari STAT News, Senin (8/8/2022).
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh dr Peter Chin-Hong, pakar penyakit menular di University of California, San Francisco, bahwa langkah yang diambil Palang Merah AS untuk melakukan skrining cacar monyet sebelum donor darah adalah hal yang benar dan memang perlu untuk dilakukan.
“ Meski belum diketahui pasti apakah virus cacar monyet menular lewat darah atau tidak. Langkah yang diambil oleh Palang Merah AS untuk melakukan skrining cacar monyet sebelum seorang individu mendonorkan darahnya adalah langkah tepat yang memang perlu diambil," tegas dr. Peter
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.