JUMAT 29 Juli 2022, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes), resmi memulai pemberian vaksinasi booster Covid-19 yang kedua bagi sekitar 1,9 juta tenaga kesehatan (nakes).
Kemenkes menilai, para nakes penting untuk menjadi prioritas pertama karena sehari-hari menjadi garda terdepan atau bersinggungan langsung dengan banyak masyarakat, termasuk pasien Covid-19.
"Karena mereka yang paling riskan dan paling berisiko, bersinggungan lagsung dengan pasien-pasien nanti siapa lagi yang menolong kita jika sakit," ujar Jubir Kemenkes, dr. Syahril kala dihubungi MNC Portal, Senin (1/8/2022)
Jika mengikuti alur program vaksinasi Covid-19 dosis primer, maka setelah nakes, masyarakat umum juga bisa mendapatkan vaksinasi.
Terkait urutan penerima vaksin booster dosis kedua ini, dr. Syahril mengatakan tidak menutup kemungkinan masyarakat umum juga akan diberikan booster kedua, namun masih menunggu capaian target vaksinasi booster Covid-19 pertama tercapai terlebih dahulu.
BACA JUGA:Siapa Saja Sih yang Butuh Vaksin Booster Dosis Kedua?
BACA JUGA:Seberapa Besar Efikasi Vaksin Booster Covid-19? Dokter: Cegah Kematian Hingga 80 Persen
Pasalnya, saat ini cakupan nasional vaksinasi booster dosis pertama diketahui masih di bawah 50 persen.
"Sedangkan untuk masyarakat tunggu dulu karena vaksin booster pertama, masih belum tercapai. Sehingga fokusnya, untuk masyarakat ayo tingkatkan capaian booster hingga paling tidak minimal 50 persen syukurnya bisa 70 persen," imbuh dr. Syahril
Sejauh ini, Kemenkes merencanakan setelah para nakes, vaksin booster Covid-19 dosis kedua akan dilanjutkan bagi kelompok orang yang berisiko tinggi, seperti usia lanjut dan yang punya penyakit bawaan (komorbid).
"Kemudian bagi mereka yang berisiko tinggi akan menyusul ya, seperti usia lanjut dan komorbid,” pungkas dr. Syahril
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.