Sebelum Covid-19 melanda Malut, batik yang motifnya mengangkat kearifan lokal seperti rempah-rempah itu, terlihat dari omzet penjualan yang mencapai Rp50 juta per bulan.
Terlebih permintaan dari berbagai kalangan terus berdatangan, sehingga omzet penjualannya meningkat hingga 10 persen.
Bahkan, pihaknya gencar melakukan promosi batik tubo ke berbagai kalangan dan wisatawan yang akan menikmati panorama Ternate.
Sementara itu, Plt Kadis Disperindag Kota Ternate, Muchlis Djumadil ketika dikonfirmasi menyatakan, pihaknya akan terus meningkatkan ekonomi masyarakat setelah adanya kelonggaran aktivitas masyarakat di masa pandemi Covid-19, dengan intensif mempromosikan berbagai produk lokal seperti batik tubo di berbagai acara regional maupun nasional.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.