Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nikmatnya Kuliner Legendaris Khas Yogyakarta, Pecel Senggol Bu Sumeh yang Tak Pernah Sepi

Gita Chaerani , Jurnalis-Jum'at, 22 Juli 2022 |15:00 WIB
Nikmatnya Kuliner Legendaris Khas Yogyakarta, Pecel Senggol Bu Sumeh yang Tak Pernah Sepi
Kuliner Legendaris Pecel Senggol Bu Sumeh (Foto: YouTube Buletin iNews)
A
A
A

BERLIBUR ke Yogyakarta tidak lengkap kalau tidak mencicipi kuliner legendaris. Salah satunya pecel senggol Bu Sumeh yang berada di teras Malioboro 1, Yogyakarta. Pecel senggol ini sudah diteruskan oleh generasi keduanya.

Meski warung pecel senggol Bu Sumeh ini terlihat sederhana, namun tidak menyurutkan niat pelanggan untuk membeli pecel lezat dengan rasa khas yang satu ini. Disebut pecel senggol karena awalnya tempat duduk untuk makan sangat terbatas, sehingga pelanggan terpaksa harus bersenggolan dengan pengunjung lainnya.

Kuliner Legendaris

Berbeda dengan pecel lain, pecel senggol Bu Sumeh ini dapat disantap dengan nasi dan lontong serta isian sayuran yang bervariasi. Isianya yaitu bayam, kacang panjang, kembangturi, tauge, dan wortel yang disiram dengan kuah kacang pedas dan gurih.

Selain itu terdapat juga menu pendamping seperti ayam goreng, sate-satean, gorengan, dan sayuran lain seperti gudek dan krecek.

“Aku pesen pecel sama gudek, rasanya enak banget terus aku kan kerja di Surabaya, beda sih kalau gudegnya Surabaya sama sini, jadi lebih khas Jogja,” ucap salah satu pelanggan dari Jawa Timur yang dikutip dari tayangan Buletin iNews Malam, Youtube Buletin iNews, Rabu (21/7/2022).

Jika berminat mencoba, pecel senggol di teras Malioboro 1 ini buka mulai pukul 8 pagi hingga habis terjual dengan harga mulai Rp8 ribu per porsinya.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement