SEBUAH maskapai penerbangan asal Inggris, Ryanair memberi peringatan soal bahaya perangkat elektronik yang dibawa penumpang ke dalam kabin.
Sudah jadi hal umum, bila maskapai tak hentinya mengingatkan pentingnya aspek keselamatan pra-penerbangan kepada para penumpangnya.
Setelah penggunaan masker oksigen hingga cara memakai jaket pelampung diperagakan saat safety demonstration oleh pramugari, kini penumpang Ryanair betul-betul diawasi oleh awak kabin terkait perangkat elektronik mereka seperti iPad, ponsel, atau laptop karena bisa memicu bahaya.
“Jika perangkat Anda atau baterainya rusak, panas, mengeluarkan asap, hilang atau jatuh ke struktur kursi, harap segera beri tahu awak kabin," kata seorang pramugari, dikutip Mirror.
Maksud pesan yang disampaikan tak lain ialah demi menghindari terjadinya kebakaran selama penerbangan berlangsung. Peringatan berlaku untuk semua perangkat elektronik pribadi ditenagai oleh baterai lithium-ion yang dapat diisi ulang termasuk penumpang yang membawa ponsel, laptop, dan iPad.

Masalahnya, banyak orang membeli baterai dan pengisi daya murah di internet, tanpa mempedulikan standar keamanan. Sehingga, selalu ada potensi bahaya mereka dapat terbakar dalam proses cepat yang menakutkan yang disebut 'pelarian termal'.
Ini terjadi ketika satu sel dalam baterai memanas dan menghasilkan panas yang cukup sampai 900 derajat celsius untuk menyebabkan sel-sel yang berdekatan menjadi terlalu panas.
Hal ini dapat menyebabkan baterai lithium menyala berulang kali dan terbakar pada suhu tinggi dan sangat sulit dipadamkan.
Otoritas Penerbangan Sipil Inggris (CAA) menyatakan, kebakaran yang disebabkan oleh baterai lithium dapat menyebabkan kerusakan parah pada pesawat dan bahkan menjatuhkannya!