SAAT ini pemanfaatan ganja medis masih jadi polemik. Pemerintah melalui Kemenkes, masih mengkaji penelitin pemanfaatan ganja medis.
Meskipun banyak orang melaporkan manfaat ganja sebagai pereda rasa sakit dan kejang, pengetahuan mengenai efek ganja medis pada anak-anak dan remaja, orang dewasa dengan kondisi kronis masih terbatas.

Lalu apa saja manfaat ganja medis?
Menurut dr. Muhammad Iqbal Ramadhan, penggunaan ganja untuk medis dan dalam dosis tertentu memiliki berbagai manfaat medis antara lain:
1. Mengurangi Nyeri
Ganja biasanya digunakan sebagai penghilang nyeri yang kronis. Misalnya, nyeri saraf atau penyakit multiple sclerosis (gangguan saraf otak dan tulang belakang).
2. Mencegah Kejang akibat Epilepsi
Dalam beberapa penelitian, ganja dapat mengontrol kejang dengan menahan sel otak responsif untuk mengendalikan rangsangan dan mengatur relaksasi.
3. Mencegah Glaukoma
Ganja dianggap dapat mencegah dan mengatasi glaukoma. Glaukoma itu sendiri merupakan penyakit yang membuat tekanan pada bola mata meningkat. Kondisi ini bisa merusak saraf penglihatan sampai terjadi kebutaan. “Nah, untuk mengurangi tekanan pada bola mata pada penderita glaukoma, ganja dapat secara efektif menurunkan intraocular pressure (IOP),” terang dr. Iqbal.
BACA JUGA: Benarkah Ganja Medis Aman Bagi Pengobatan?
4. Melawan Mual dan Muntah
Ganja diketahui juga bisa melawan mual dan muntah akibat efek samping kemoterapi pada penderita kanker.
(Dyah Ratna Meta Novia)