SEBANYAK 453 industri pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB) telah mengantongi sertifikasi kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan atau cleanliness, healthy, safety dan environment sustainability (CHSE).
Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi, mengatakan, 453 industri pariwisata tersebut terdiri dari hotel, restoran, rumah makan, homestay, dan villa yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di wilayah itu.
"Jumlahnya ada 453 yang sudah disertifikasi CHSE. Ada yang diurus melalui Kementerian Pariwisata sebanyak 113 dan diurus daerah ada 340," ujarnya dalam kegiatan Pelatihan CHSE bagi ASN di NTB bertempat di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, mengutip Antara.
Menurut dia, selain itu terdapat 150 industri pariwisata yang saat ini sedang diusulkan untuk bisa mendapatkan sertifikasi CHSE.

"Harapannya pada 2022 ini, 150 industri pariwisata tersebut sudah mendapatkan sertifikasi CHSE," terang Yusron Hadi.
Sertifikasi CHSE lanjutnya, merupakan hal yang sangat penting bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk memulihkan kepercayaan wisatawan serta menggeliatkan kembali aktivitas pariwisata dan ekonomi kreatif.
Selain itu, untuk memberikan jaminan bahwa produk dan pelayanan yang diberikan sudah memenuhi standar dan protokol kesehatan.
"Jadi, CHSE ini menjadi salah satu bukti bahwa pariwisata NTB siap didatangi, aman dikunjungi, nyaman, dan sehat sesuai dengan protokol kesehatan. Bahkan, ini juga erat kaitannya dengan Saptapesona," ucap mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB ini.