Model yang keras menyerupai kotak atap yang sangat besar. Mereka lebih tahan cuaca dan dapat diatur dalam hitungan detik, kata ADAC.
Tenda lipat, di sisi lain biasanya menawarkan lebih banyak ruang tidur dan interior yang tinggi, lebih ringan, dan ketika dilipat umumya lebih kecil. Selain itu, model lipat biasanya lebih murah. Model yang paling mahal belum tentu yang terbaik.
ADAC telah menguji tujuh model dengan biaya antara 2.000 Euro (Rp30 jutaan) dan 3.000 Euro (Rp45 jutaan).
Saran penguji adalah, sebelum membeli tenda atap, alangkah baiknya Anda harus meminjam dan mencobanya terlebih dahulu. Anda juga harus ingat bahwa dibutuhkan dua hingga empat orang untuk merakit tenda atap karena cukup berat.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.