Sementara, dokter Ainsworth berujar bahwa protokol yang lebih ketat harus diterapkan untuk menghentikan penyebaran ke Australia.
“Sampai Bali dilindungi sepenuhnya oleh vaksinasi populasi sapi dan babi, peningkatan perhatian yang diberikan kepada wisatawan yang kembali ke Australia, terutama alas kaki mereka, tampaknya perlu dilakukan,” tuturnya.
“Memertimbangkan besarnya dampak wabah PMK di Australia dan peningkatan risiko secara dramatis yang ditimbulkan oleh epidemi saat ini di Indonesia, tepat untuk meningkatkan langkah-langkah biosekuriti agar sesuai dengan peningkatan risiko ini," kata dia.
“Wisatawan sudah terbiasa dengan banyak intervensi Covid yang mengganggu. Persyaratan tambahan seperti memastikan sepatu bersih dan berjalan melalui spons basah yang diresapi dengan disinfektan sebelum naik dan setelah meninggalkan penerbangan tampaknya merupakan tindakan sederhana dan masuk akal yang mungkin membantu mengatasi tingkat risiko penyakit PMK," terang Ainsworth.
Wabah PMK sendiri menyerang spesies berkuku terbelah termasuk domba, kambing, kerbau, unta, rusa, dan babi. Ini dapat menyebar dari hewan ke hewan dan melalui kendaraan dan peralatan yang terkontaminasi. Gejalanya meliputi demam, depresi, nafsu makan berkurang, peningkatan air liur dan kepincangan fatal.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.