Di sisi lain, Prof Beri menerangkan bahwa sejauh ini para ilmuwan tidak punya cukup bukti untuk menyatakan konsumsi ganja dengan cara tertentu lebih aman dari yang lain.
"Yang jelas, merokok ganja merusak paru dan sistem kardiovaskular, sama seperti tembakau," ungkapnya.
Itu kenapa penggunaan vaping ganja pun menurut Prof Beri tidak cukup aman. Menurutnya, banyak sekali laporan produk vaping yang mengandung THC dan berkaitan dengan cedera paru bahkan kematian.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.