6. Pneumonia
Pneumonia adalah infeksi paru yang disebabkan bakteri, virus, atau jamur. Pneumonia bakteri yang paling banyak terjadi. Penyakit ini menyebabkan demam tinggi dan batuk berdahak karena paru-paru terisi cairan, sehingga oksigen tidak bisa masuk ke aliran darah.
Gejala pneumonia antara lain demam, batuk berdahak, dan sesak napas. Komplikasi penyakit ini meliputi abses paru, pleuritis, hingga empiema.
7. SARS-CoV2 atau Covid-19
Virus SARS-CoV2 menyebabkan infeksi di saluran pernapasan. Ini adalah virus mematikan yang dapat menyerang semua kelompok usia.
Gejala Covid-19 bisa berupa perubahan warna kulit yang kebiruan karena kekurangan oksigen dalam aliran darah, demam, batuk dan bersin-bersin, sakit tenggorokan, nyeri tubuh, kelelahan, meriang, dan rasa lemah. Beberapa kasus mengalami sesak napas.
Komplikasi dari Covid-19 ialah pneumonia, bronkitis, infeksi telinga, dan pleuritis.
8. Pleuritis
Pleuritis adalah peradangan pada pleura atau selaput tipis yang menutupi paru-paru dan melapisi juga bagian dalam rongga dada. Pleuritis biasanya menyebabkan nyeri dada yang hebat dan memburuk saat bernapas atau batuk.
Gejalanya nyeri dada yang hebat saat bernapas atau batuk, demam dan menggigil, serta sesak napas jika kondisinya sudah parah. Komplikasi pleuritis adalah pneumonia dan empiema.
9. Empiema
Ini adalah kumpulan nanah yang terbentuk di ruang pleura. Infeksi yang terjadi menyebabkan pleura mengembang dan terisi cairan. Hal tersebut menyebabkan sesak napas dan nyeri di daerah dada atau bahu.
Gejalanya nyeri di dada atau bahu, sesak napas, demam dan menggigil, serta batuk berdarah atau berdahak warna karat. Komplikasinya pleuritis dan pneumotoraks.