Menjadi catatan penting di sini, ketika si anak mengalami vitiligo, maka orangtua sangat diminta untuk tidak cemas berlebih. Sebab, vitiligo bisa disembuhkan.
"Ketika orangtua cemas atau stres, ini akan menular ke anaknya. Sayangnya, ketika si anak yang mengalami vitiligo stres, bercak putihnya akan semakin membesar dan semakin banyak. Makanya, penderita vitiligo jangan stres karena itu bisa memperluas vitiligo di tubuhnya," tambahnya.
Di sisi lain, dr Reiva mengatakan kalau kebanyakan kasus vitiligo itu mencari bantuan medis sudah terlambat. Ini yang membuat kemungkinan kesembuhan vitiligonya mengecil. "Vitiligo itu muncul pertama kali kebanyakan kasusnya di usia di bawah 18 tahun. Tapi, kebanyakan pasien itu mencari bantuan medis ketika usia mereka sudah 20 bahkan 30 tahun," ungkapnya.
Hal ini mungkin dipengaruhi oleh rasa tidak percaya diri pasien untuk bertemu dokter ataupun masalah lain yang berkaitan dengan mental pasien. Padahal, semakin dini vitiligo ditemukan, tentu penanganannya akan lebih baik.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.